Tra

Semangat Usut Tuntas, Keranda dan Foto Korban Tragedi Kanjuruhan Terpajang di Alun-alun Tugu

Sebagai upaya semangat usut tuntas, ratusan keranda dan foto korban Tragedi Kanjuruhan terpajang di bundaran Alun-AlunTugu Kota Malang

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Kukuh Kurniawan
Ratusan keranda dan foto korban Tragedi Kanjuruhan yang terpajang di sepanjang bundaran Alun-Alun Tugu Kota Malang. 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Sebagai upaya semangat usut tuntas, ratusan keranda dan foto korban Tragedi Stadion Kanjuruhan terpajang di bundaran Alun-alunTugu Kota Malang, Minggu (13/11/2022).

Diketahui, ratusan keranda dan foto korban itu dibawa oleh Aremania dalam aksi damai peringatan 40 hari Tragedi Kanjuruhan pada Kamis (10/11/2022) lalu.

Seusai aksi damai tersebut, mereka pun meletakkannya di Alun-Alun Tugu Kota Malang.

Koodinator Aksi Aremania Malang Menghitam dari Tim Gabungan Aremania (TGA) Arif Setiawan mengatakan, bahwa keranda dan foto itu memang sengaja diletakkan di sepanjang bundaran Alun Alun Tugu Kota Malang.

Hal itu dilakukan, sebagai pengingat bahwa Tragedi Kanjuruhan telah menelan sebanyak 135 korban jiwa.

"Ini juga dilakukan, untuk menjaga semangat perjuangan Aremania dan semua elemen warga Malang Raya. Dalam hal mengawal upaya Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan sampai keadilan itu benar-benar didapatkan," jelasnya, Minggu (13/11/2022).

Selain itu dirinya juga menuturkan, bahwa sebagian keluarga korban tidak berkenan foto korban dipajang di Alun-Alun Tugu Kota Malang.

Baca juga: Sebulan Lebih Tragedi Kanjuruhan Berlalu, Pemain dan Tim Pelatih Arema FC Masih Merasa Bersalah

"Sehingga, sebagian foto korban hanya kami beri nama dan gambar pita sebagai lambang duka cita," tambahnya.

Tidak hanya foto dan keranda, berbagai spanduk berisi pesan moral atas Tragedi Kanjuruhan juga terlihat terpasang di Alun Alun Tugu Kota Malang.

"Saya harap, keranda dan foto korban ini tetap selalu disini (Alun-Alun Tugu Kota Malang). Ini sebagai pengingat dan penyemangat, karena yang meninggal tentu butuh doa dan yang selamat butuh keadilan,"

"Kedepan kami akan tetap melakukan tuntutan melalui jalur hukum. Apabila tidak terpenuhi, bukan tidak mungkin kami akan bergerak dengan aksi-aksi selanjutnya," tandasnya.

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved