Berita Viral

Tragedi Istri Bunuh Suami karena Piala Dunia, Pelaku Muak Korban Begadang dan Berisik, Kini Menyesal

Seorang istri membunuh suaminya karena kesal. Si suami diketahui begadang dan berisik saat menonton Piala Dunia.

Penulis: Ani Susanti | Editor: Arie Noer Rachmawati
Electronicworldtv.co.uk via TribunJogja
ILUSTRASI Berita suami dibunuh istri karena begadang dan berisik nonton Piala Dunia. 

TRIBUNJATIM.COM - Sebuah tragedi berdarah pernah terjadi karena masalah pertandingan Piala Dunia.

Seorang istri membunuh suaminya karena kesal.

Si suami diketahui begadang dan berisik saat menonton Piala Dunia.

Endingnya pun diwarnai penyesalan.

Peristiwa ini terjadi di desa Uttar Parha, di daerah Baraigram Pourasabha, distrik Natore, Bangladesh pada tengah malam 18 Juni 2014 silam, seperti diberitakan Bdnews24.

Saat itu, anggota keluarga Selim Hossain mendengar teriakannya dari kamar pasangan itu.

Saat diperiksa, Selim sudah tergeletak di lantai dengan beberapa luka tusukan di tubuhnya.

Pria yang saat itu berusia 22 tahun langsung dibawa ke UGD oleh kerabat dan tetangganya namun dinyatakan meninggal dunia sebelum sampai di rumah sakit.

Tersangka utama adalah istri korban, Jasmine Bagum.

Baca juga: VIRAL Rumah SG Sarang Ilmu Hitam, Lama Kosong karena Pemiliknya Bunuh Diri? Kini Dilelang Rp 14 M

Dikutip TribunJatim.com dari TribunStyle, wanita yang saat itu berusia 20 tahun ditangkap pada malam yang sama.

Dia dengan cepat mengakui bahwa dia adalah pelakunya.

Jasmine mengatakan alasannya karena tidak bisa tidur karena suaminya sudah bangun dan menyalakan TV untuk menonton pertandingan sepak bola Piala Dunia yang berlangsung saat itu.

Menurut sumber di atas, Selim Hossain adalah penggemar berat sepak bola. 

Dia tidak melewatkan pertandingan sepak bola sejak awal musim Piala Dunia.

Baca juga: Sadis Suami Mutilasi, Bakar dan Rebus Istri karena Sakit Hati, Santai Ditanya Kakak, Anak Saksinya

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved