Berita Blitar

Hendak Siapkan Hajatan, Warga di Blitar Kaget Dengar Suara Gaduh, Seketika Ibu-ibu Teriak

Di tengah guyuran hujan yang terjadi di Dusun Parang, Desa Semen, Kecamatan Gandusari, Rabu (23/11/2022) malam lalu, mendadak warga terkejut

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Imam Taufiq
Petugas kepolisian dan TNI bersama warga melakukan pembersihan di lokasi agar, tak terjadi tanah longsor susulan di Blitar 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Imam Taufiq

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Di tengah guyuran hujan yang terjadi di Dusun Parang, Desa Semen, Kecamatan Gandusari, Blitar, Rabu (23/11/2022) malam lalu, mendadak warga dikejutkan dengan suara kegaduhan dari rumah Herman (46), warga dusun setempat.

Itu tak lain adalah suara teriakan ibu-ibu, yang panik meski baru saja selamat dari bencana tanah longsor yang menimpa dapur rumah Herman.

"Iya, kabarnya malam itu ada acara masak-masak di rumah itu karena mau ada acara (buat persiapan acara yasin dan tahlil). Mungkin saja, mereka kaget," ujar Slamet Suyanto, mantan Kades Semen.

Akibat kejadian itu, bangunan dinding dapur rumah korban jebol karena tertimpa tanah longsor yang ada di perengan atas rumahnya. Meski yang jebol itu hanya dinding rumahnya namun kepanikan tak bisa dihindarkan.

Sebab, saat kejadian itu, banyak ibu-ibu yang sedang memasak di dapur rumah korban.

"Seketika itu, meski hujan, warga ya langsung berdatangan. Mereka mengecek apa yang terjadi," ujarnya.

Memang, rumah korban itu berada di bawah perengan, terutama bagian dapurnya.

Makanya, di saat musim penghujan, yang hampir terjadi setiap hari, bahkan Rabu kemarin hujan turun hingga malam, sehingga cukup rawan terjadi tanah longsor.

Baca juga: Terakhir Kali Minta Ayah Pulang, Bocah Tewas Tertimbun Longsor karena Gempa Cianjur, Ya Allah Nak


Kebetulan, di saat turun hujan malam kemarin itu, keluarga Herman sedang sibuk di dapur untuk membikin masakan buat persiapan acara yasinan pada malam Jumat. Tanpa diduganya, mendadak terdengar suara keras dari balik dinding tembok batako dapurnya. Belum tahu apa yang terjadi, dinding batako itu tiba-tiba jebol sehingga membuat orang yang ada di dapur itu terperanjat kaget. Ternyata, itu akibat tertimpa tanah longsor yang dari ketinggian sekitar 8 meter.

"Dapur rumah Pak Herman itu memang berada di bawah perengan itu, sehingga kalau ada kejadian seperti itu ya paling rawan," ujarnya.

Begitu tembok batako itu jebol dan ambruk ke dalam dapur, ibu-ibu yang sedang memasak itu bukan hanya kaget dan berlarian dengan panik namun juga langsung berteriak minta tolong.

Akibatnya, kepanikan langsung terjadi. Malah, tungku yang sedang dipakai buat menggoreng bumbu Soto itu tertimpa reruntuhan material bangunan sehingga tak bisa dipakai lagi.

"Ya kaget, karena kejadiannya begitu cepat. Bersamaan terdengar suara krosok (yang tak lain itu suara tanah longsor bercampur semak-semak) langsung disertai tembok dapurnya jebol," paparnya.

Akhirnya, kegiatan masak-masak itu dihentikan karena khawatir terjadi longsor susulan sehingga ibu-ibu ketakutan, ditambah juga tungkunya juga terkena reruntuhan. Bahkan, saat itu juga air hujan masuk ke dapur rumah korban.

Akhirnya, malam itu disarankan agar Herman dan keluarganya tidur di rumah saudaranya, sampai dipastikan tak ada bencana susulan.

"Siang tadi, kami bersama warga sudah melakukan gotong-royong untuk membersihkan bekas longsoran. Bahkan, korban sudah bisa beraktivitas kembali di rumahnya (termasuk acara Yasin dan Tahlil, bisa digelar di rumahnya malam ini)," ujar Iptu Heru Susanto, Kapolsek Gandusari.

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved