Berita Madura United

Pelatih Madura United Keberatan Liga 1 2022 Berlanjut dengan Sistem Bubble

Pelatih Madura United, Fabio Lefundes secara tegas tidak menyukai jika lanjutan Liga 1 2022 digelar dengan sistem bubble.

Penulis: Khairul Amin | Editor: Taufiqur Rohman
Istimewa
Pelatih Madura United, Fabio Lefundes. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Khairul Amin

TRIBUNJATIM.COM, MADURA - Pelatih Madura United, Fabio Lefundes secara tegas tidak menyukai jika lanjutan Liga 1 2022 digelar dengan sistem bubble.

Wacana ini disampaikan oleh Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Ferry Paulus usai melakukan pertemuan dengan perwakilan klub.

Format bubble hanya diterapkan di sisa 6-7 laga hingga putaran pertama selesai. Format akan kembali normal home-away di putaran kedua.

Opsi ini diambil karena dinilai format home-away seperti sebelumnya belum mungkin diterapkan dalam waktu dekat.

Mengenai venue sistem bubble, PT LIB mempertimbangkan Jawa Tengah dan Yogyakarta. Rencananya lanjutan kompetisi akan diputar awal Desember.

Baca juga: Aji Santoso Terkesan dengan Penampilan George Brown Saat Persebaya Lumat Persis Solo 1-5: Prospek

"Ketika saya tiba di Indonesia, Liga 1 diadakan dengan sistem gelembung, jadi pengalaman itu sudah saya alami."

"Saya tidak menyukainya! Bermain tanpa dukungan fans tidak sama," kata Fabio Araujo Lefundes, Jumat (25/11/2022).

Fabio menangani Madura United November 2021 lalu menggantikan kursi Rahmad Darmawan, waktu itu kompetisi berjalan dengan sistem bubble karena berjalan di tengah pandemi.

"Tentunya beberapa tim akan dirugikan dengan keputusan ini, terutama para suporter yang datang ke stadion untuk mendukung timnya," tambah pelatih asal Brasil itu.

Fabio tidak memungkiri bahwa tragedi di Stadion Kanjuruhan 1 Oktober 2022 lalu yang menelan 135 korban jiwa berdampak luas.

Tidak hanya bagi keluarga yang kehilangan kerabatnya, para pemain dan pelatih yang berada pada hari pertandingan, juga para suporter yang berada di stadion, tapi juga untuk sepak bola dan citra Indonesia.

"Masalahnya sudah 2 bulan dan sejauh ini mereka (federasi) belum menemukan solusi, dan karena mereka belum menemukan apa pun, mereka ingin membuat keputusan itu (sistem bubble)," ucap Fabio.

"Saya bukan manajer, saya hanya pelatih kepala, saya tidak suka sistem ini tapi saya akan menghormati keputusan," tambahnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved