Berita Surabaya

Ribuan Siswa SMK Ditantang Kenali Kandungan Gizi Makanan Lewat Ajang Health Heroes Competition

SMK Wachid Hasyim Surabaya bersama Pengurus Wilayah Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur (Jatim) gelar lomba Health Heroes

Editor: Ndaru Wijayanto
Ribuan Siswa SMK Ditantang Kenali Kandungan Gizi Makanan Lewat Ajang Health Heroes Competition
istimewa
Ribuan Siswa SMK Wachid Hasyim Surabaya ikuti ajang Health Heroes Competition

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - SMK Wachid Hasyim Surabaya bersama Pengurus Wilayah Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur (Jatim) menggelar lomba 'Health Heroes Competition' yang berlangsung mulai 1 - 26 November 2022.

Lomba ini menarik minat 1.016 siswa - siswi SMK Wachid Hasyim Surabaya. Para peserta terdiri dari tiga jurusan, yakni Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran, Akuntansi dan Keuangan Lembaga serta Multimedia.

Dalam kompetisi ini, ribuan siswa ditantang untuk melakukan scan barcode makanan. Ada sejumlah indikator yang harus dipenuhi para peserta untuk bisa jadi juaranya.

"Anak-anak ini (para siswa) diajak main game terutama terkait dengan scan barcode makanan dan minuman," ujar Ketua panitia, Muhammad Setiyawan, Sabtu (26/11/2022).

Kegiatan scan barcode ini, kata Setiyawan, bertujuan untuk mengajak siswa - siswi SMK Wachid Hasyim Surabaya, mengenali yang dikonsumsinya setiap hari. Seperti kandungan gizi yang ada di makanan atau minuman yang dikonsumsi.

Pembagian hadiah lomba Health Heroes Competition
Pembagian hadiah lomba Health Heroes Competition (istimewa)

"Aplikasi untuk scan barcode itu bisa diunduh di Playstore. Nanti siswa menscan, kalau terdaftar kandungan gizinya keluar. Kalau tidak terdaftar, harus mendaftarkan dulu," kata dia.

Dari ribuan peserta yang ikut kompetisi ini, dewan juri yang terdiri satu guru SMK Wachid Hasyim dan dua dari PWLP Maarif NU Jatim menentukan juaranya.

Juara pertama Azizah Eka Jovita, kedua Fatih Atur Rizkia Safitri dan ketiga Nur Lestari Rahmatullah

Azizah mengaku telah melakukan scan barcode sebanyak 422 kemasan. Siswa jurusan Akuntansi dan Keuangan Lembaga ini mengaku menscan barcode sejak 17 November lalu.

"Barcode yang saya scan 422, gak sampai 1 bulan, mulainya tanggal 17-an (November). Terbanyak itu makanan jenis wafer," kata dia.

Kompetisi ini, sambung Azizah sangar bemanfaat. Dia menjadi tahu kandungan kesehatan dan gizi dari makanan dan minuman yang telah dibeli atau dikonsumsinya.

Sementara itu, Ketua OSIS SMK Wachid Hasyim Surabaya, Rifka Amelia Putri berharap akan ada kompetisi lain tahun depan. Karena para siswa sangat menantikannya pascapandemi covid-19.

"Semoga makin banyak kegiatan dan kompetisi ke depannya," harap dia.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved