Berita Jatim

Kerap Beri Sinyal Terkait Figur Pilpres 2024, Pengamat Nilai Jokowi Sedang Cek Ombak

Sinyalemen Presiden Jokowi terkait figur Capres 2024 yang kerap dilempar ke publik dinilai sebagai upaya tes ombak untuk mengukur tokoh potensial yang

istimewa
Pengamat politik dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Agus Mahfud Fauzi menilai Presiden Jokowi sedang cek mmbak 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sinyalemen Presiden Jokowi terkait figur Capres 2024 yang kerap dilempar ke publik dinilai sebagai upaya tes ombak untuk mengukur tokoh potensial yang mendapat respon positif publik.

Seperti diketahui, baru-baru ini pernyataan Jokowi saat bertemu kalangan relawan ramai jadi perbincangan. Jokowi saat itu menyebutkan ciri-ciri pemimpin yang menurutnya betul-betul memikirkan rakyat. 

Hal itu bisa dilihat dari fisiknya, antara lain, raut mukanya berkerut serta rambutnya putih. Pernyataan ini disebut-sebut mengarah ke Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo lantaran politisi PDI Perjuangan itu berambut putih.

Sementara beberapa waktu lalu, Jokowi juga mengatakan, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto boleh jadi keluar sebagai pemenang pada Pemilihan Presiden 2024, menyusul dirinya yang sudah dua kali menangi pilpres.

Pengamat politik dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Agus Mahfud Fauzi memandang, Jokowi nampak masih meraba siapa tokoh potensial untuk Pilpres mendatang. Berbagai pernyataan semacam itu, dalam analisa Agus, mengisyaratkan Jokowi tengah melakukan semacam tes ombak. 

Baca juga: Golkar Jatim Ungkap Sosok Berkerut yang Disebut Jokowi Memikirkan Rakyat, Ternyata Seorang Menteri

"Makna dibalik itu, bahwa Pak Jokowi mempunyai agenda untuk Capres 2024, namun masih belum yakin calonnya mendapat dukungan baik, sehingga caranya melempar ke publik sambil pengen tahu respon publik," katanya, Senin (28/11/2022). 

Cara yang digunakan dinilainya memang dilakukan secara samar atau tidak terang-terangan agar publik bisa menerka. "Sehingga cara mengusung calon terasa aman. Jika direspon positif bisa berlanjut, begitu sebaliknya," tambah Agus. 

Lebih lanjut, Agus menganalisa, kemungkinan perbedaan figur yang didukung Jokowi dengan yang diusung partainya yakni PDI Perjuangan memang bisa saja terjadi. Namun, kemungkinan sama juga ada. 

"PDI-P sangat tergantung pada Bu Megawati sebab beliau yang mendapat amanah organisasi. Kalau Pak Jokowi mendasarkan pada respon publik, yang dihubungkan dengan publisitas dan elektabilitas, dengan standar bahwa dia orangnya Pak Jokowi," terang Agus. 

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved