Berita Malang

Parkir Sembarangan, Dua Bus Ditindak Dinas Perhubungan Kota Malang, Parkir Liar Juga Disoroti

Dinas Perhubungan kembali mengingatkan masyarakat menolak membayar retribusi kepada jukir liar, maupun jukir yang tidak memberikan karcis parkir

Penulis: Benni Indo | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Benni Indo
Dua bus yang ditertibkan oleh petugas gabungan di Kota Malang. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Dinas Perhubungan kembali mengingatkan masyarakat menolak membayar retribusi kepada jukir liar, maupun jukir yang tidak memberikan karcis parkir.

Kepala Bidang Perparkiran Dishub Kota Malang, Mustaqim Jaya menyatakan, jika warga mendapat tindak perlawanan dari jukir liar, bisa melapor ke Dishub atau langsung ke polisi.

"Parkirlah di tempat yang sudah kami sediakan. Kalau ada jukir menarik di tempat yang bukan lokasi parkir, maka akan kami tindak. Kalau masyarakat ditarik secara liar, laporkan ke kami. Saran saya tidak usah bayar. Kalau jukir melawan, laporkan saja ke polisi," ujar Mustaqim, Selasa (29/11/2022).

Hal tersebut disampaikan Mustaqim saat menggelar operasi penertiban kendaraan yang parkir tidak pada tempatnya di sejumlah titik di Kota Malang, Selasa (29/11/2022). Ketika ditemui di kawasan depan Stasiun Malang, petugas gabungan yang terdiri atas Dishub, dan TNI/Polri memberikan peringatakan kepada pengemudi dua buah bus yang parkir tidak pada tempatnya.

"Ada dua bus yang parkir tidak pada tempatnya. Padahal kan sudah ada rambu larangan parkir," ungkapnya.

Operasi gabungan tersebut juga dilaksanakan di Jl Basuki Rahmat, kawasan Kajoe Tanagn, Alun-alun Merdeka dan Pasar Besar. Dishub Kota Malang telah mendata lebih dari 1.200 titik parkir di Kota Malang.

"Kami sudah mendata titik parkir, maka kami cari di mana parkir liarnya. Jika masyarakat ada yang mengetahui, mohon informasikan ke kami," terangnya.

Baca juga: Dishub Bangkalan Tegur Jukir di Kawasan Parkir Berlangganan, Diminta Tak Lakukan Pungutan

Keberanian masyarakat untuk mendapatkan hak karcis parkir dinilai akan membantu mengurangi potensi kebocoran dari retribusi parkir tepi jalan. Dishub juga harus meningkatkan kinerjanya agar kesejahteraan jukir terjamin.

Pada 2023, target pendapatan retribusi parkir ditarget naik menjadi Rp 15 miliyar. Kenaikan target retribusi tersebut telah disahkan dan disampaikan saat Paripurna Penyampaian Laporan Hasil Pembahasan Badan Anggaran terhadap Ranperda APBD Kota Malang Tahun 2023, Kamis (24/11/2022).

Dishub mengyusun dua strategi untuk merealisasikan target tersebut.

Pertama bekerjasama dengan semua pihak, termasuk aparat penegak hukum dan kedua memodernisasi alat pembayaran parkir.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, R Widjaja Saleh menyatakan siap untuk melaksanakan perintah. Ia menyusun dua strategi agar bisa memenuhi target pada 2023.

"Kami harus melibatkan semua pihak karena in menyangkut masalah mata pencaharian orang lain. Mau target berapa saja saya siap, tapi temukan saya dengan stakeholder lainnya. Kalau ada yang di tekan di sini, maka akan muncul masalah yang lainnya. Maka perlu kerjasama stake holder lainnya," ujarnya.


Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved