Berita Surabaya

Stok Sepatu di Gudang Mal Surabaya Sering Hilang Misterius, CCTV Bongkar Semua Teka-teki

Kelakuan karyawan gerai penjualan sepatu 'branded' di sebuah mal Jalan Gubeng Pojok, Kecamatan Gubeng, Surabaya, memang keterlaluan

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Januar
TRIBUNJATIM.COM/ Luhur Pambudi
Saat Imam dan Bagus saat, ditangkap Anggota Tim Antibandit Polsek Genteng Polrestabes Surabaya yang dikomandoi langsung oleh Kanit Reskrim, Iptu Sutrisno 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA-Kelakuan karyawan gerai penjualan sepatu 'branded' di sebuah mal Jalan Gubeng Pojok, Kecamatan Gubeng, Surabaya, bernama Imam (41) dan Bagus (35) memang keterlaluan.

Diperca oleh bos untuk mengelola stok sepatu dagangan di dalam gudang, malah disalahgunakan untuk mencuri sepatu dagangan.

Perbuatan lancung yang dilakukan keduanya itu, dilakukan secara diam-diam.

Saat para karyawan gerai toko sepatu sudah mulai pulang, pada malam hari.

Keduanya, justru berlagak sibuk sendiri mengutil sejumlah stok barang dagangan.

Pembukuan dan pencatatan keluar masuk barang gudang, tidak dapat dikelabui. Pihak bos gerai sepatu yang merasa selalu tekor karena hitung stok barang tak pernah genap, mulai mencurigai gelagat nakal anak buahnya.

Namun, tak ingin gegabah. Si bos memilih melaporkan temuan dugaan pencurian tersebut ke pihak Polsek Genteng. Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata pelaku pencurian dan penggelapan stok sepatu gudang tersebut, ulah dua orang karyawannya.

Polisi berhasil mengidentifikasi rekaman CCTV di gudang tersebut. Terbaik, kedua orang tersebut, merupakan pelakunya.

Baca juga: Hampir Sebulan Buron, Maling Motor di Surabaya yang Aksinya Terekam CCTV Akhirnya Tertangkap

"Kedua tersangka diamankan tidak jauh dari mal sewaktu membawa hasil curiannya setelah di interogasi, mereka mengakui telah melakukan pencurian," ujar Kanit Reskrim Polsek Genteng Polrestabes Surabaya Iptu Sutrisno saat dihubungi TribunJatim.com, Selasa (29/11/2022).

Ternyata, kedua tersangka tersebut telah menjalankan aksinya itu sejak Bulan Maret hingga November 2022.

Selama karun waktu tersebut, diperkirakan sudah ada sekitar 154 pasang sepatu dari gudang tempat keduanya berkerja, dengan nilai kerugian sekitar Rp59,8 juta, yang berhasil dicuri keduanya.

Sutrisno mengungkapkan, sekali beraksi keduanya, mampu mencuri lima pasang sepatu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved