Breaking News:

Berita Kediri

Batik Bermotif Dominan Jadi Incaran Warga Kediri, Pengrajin: Model Klasik Kurang Diminati

Batik menjadi warisan budaya bangsa yang sepatutnya terus dilestarikan. Di Kediri, batik masih banyak diminati dari berbagai kalangan.

Batik Djajawarsa
Richa Widyasari pengrajin batik sukses asal Kediri sekaligus pemilik Batik Djajawarsa. Batik bermotif dominan disebut jadi incaran warga Kediri 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luthfi Husnika

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Batik menjadi warisan budaya bangsa yang sepatutnya terus dilestarikan. Di Kediri, batik masih banyak diminati dari berbagai kalangan.

Para pengrajin batik kini cakap membuat inovasi kain Wastra yang dianggap kuno menjadi modern dan kekinian.

Seperti yang dilakukan Richa Widyasari (40) pengrajin batik dari Kota Kediri Jawa Timur yang aktif membuat model-modelnya batik kekinian.

Aneka motif batik kontemporer yang menggambarkan keindahan banyak diciptakan dari tangan perempuan yang akrab disapa Rika ini.

Pemilik Batik Djajawarsa ini menuturkan, meski sekarang batik mulai banyak peminatnya, namun tak semuanya menyukai batik klasik dengan motif lawas. Terutama bagi kalangan anak muda.

Mereka menyukai aksen batik yang sudah diimprovisasi menjadi pola khas kontemporer, sehingga lebih kasual untuk dipakai dan dijadikan beragam busana.

Baca juga: Resign Kerja Kantor, Richa Widyasari Iseng Ikut Pelatihan Batik, Kini Jadi Pengrajin dan Punya Butik

Richa Widyasari pengrajin batik asal Kediri sekaligus pemilik Batik Djajawarsa.
Richa Widyasari pengrajin batik asal Kediri sekaligus pemilik Batik Djajawarsa. (istimewa)

"Kalau di Kediri sendiri motif lawas yang kecil-kecil dan menyebar itu kurang disukai untuk jadi busana kasual. Mereka lebih suka motif-motif yang ada gambar utamanya atau gambar dominan," kata Rika, Kamis (1/12/2022).

Rika mengatakan, batik dengan gambar dominan seperti hewan, bunga atau tokoh tertentu memang terlihat lebih menarik.

Ketika dijadikan busana kasual, batik tersebut seperti memiliki daya tarik pusat di bagian gambar dominannya.

Gambar yang banyak disukai di Kediri, lanjut Rika, di antaranya motif bangau, harimau, bunga yang dibuat besar hingga tokoh seperti Dewi Kilisuci. Motif ini juga dilukis dengan warna-warna yang lebih bervariasi.

"Jadi motif dominannya ada, kemudian tinggal ditambah ornamen motif kecil-kecil di sekelilingnya. Jadi seperti menggabungkan konsep batik klasik dengan look yang lebih fresh," papar Rika.

Perempuan kelahiran Dili, 18 Mei 1982 ini menjelaskan, untuk terus menggaet para peminat, pengrajin harus bisa berimprovisasi mengikuti perkembangan. Mereka juga harus memiliki ciri khas dari masing-masing karya batik yang dibuat.

Baca juga: 6 Motif Batik Khas Surabaya Akhirnya Tuntas Dipatenkan, BCL hingga Kunto Aji Bakal Ikut Promosi

Dari improvisasi para pengrajin inilah yang menurut Rika akan memunculkan suatu karya batik yang unik.

Sebagai pecinta batik sejak lama, Rika sendiri ingin supaya warisan bangsa ini bisa terus dilestarikan oleh para generasi muda. "Untuk itu perlu dibuat menyesuaikan perkembangan zaman dan selera masyarakat juga," ujarnya.

Selain motif, inovasi juga bisa dilakukan dari segi pengolahan kain batik tersebut. Menurut Rika, saat ini mulai banyak pengrajin maupun desainer yang menciptakan busana semi formal hingga busana kasual berbahan batik.

"Ini tentu akan meningkatkan minat masyarakat untuk mengenakan kain batik, tak hanya pada acara-acara formal saja. Batik bisa dipakai kapan saja dan di mana saja," tutupnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved