Kecelakaan

Detik-detik Pikap Terseret Arus Saat Mencari Pasir di Sungai Metro, Malang, Lihat Kondsinya Kini

Inilah detik-detik mobil pikap dengan nopol N 8565 CI terseret arus sungai sejauh 200 meter saat mengambil pasir di Sungai Metro, Malang

Editor: Januar
Istimewa/ TribunJatim.com
Warga mengevakusi mobil pikap yang terseret air sungai Metro, di Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, kabupaten Malang, Kamis (1/12/2022) 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Lu'lu'ul Isnainiyah

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Inilah detik-detik mobil pikap dengan nopol N 8565 CI terseret arus sungai sejauh 200 meter saat mengambil pasir di Sungai Metro Dusun Sonosari, Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, kemarin Selasa (29/11/2022) siang.

Diketahui pikap tersebut milik Anwar, warga Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Dua hari seusai terseret sungai, pikap tersebut baru saja dievakuasi pada Kamis (1/12/2022).

Saat Tribun Jatim Network mendatangi lokasi ke tempat kejadian perkara, terlihat warga sedang berbondong-bondong mengatrol pikap tersebut.

Slamet, keluarga Anwar yang berada di lokasi evakuasi pikap pengangkut pasir membenarkan menceritakan kronologi kejadian yang sebenarnya.

"Awalnya Anwar mengambil pasir di sungai itu. Tiba-tiba hujan kemudian datang air bah kiriman bah atas," ungkap Slamet.

Mengetahui adanya air bah, Anwar yang saat itu bersama dua pengambil pasir lainnya bergegas menyelamatkan diri untuk menjauh dari sungai.

Namun, letak pikap yang berada di pinggir sungai justru terseret arus sungai yang deras.

"Mobilnya terseret, orang-orang yang ada di situ tidak berani mengambil mobil karena arusnya begitu kencang," jelasnya.

Baca juga: Detik-detik Kecelakaan Dua di Jalan Raya Nasional Trwoulan Mojokerto, Potong Jalan Jadi Sebab

Seusai terseret arus sungai, Anwar pun selama dua hari menyusuri air sungai untuk mengetahui letak mobil pikap miliknya.

Saat itu juga, Anwar yang dibantu dengan warga sekitar mengetahui keberadaan mobil berada sekitar 200 meter dari lokasi kejadian awal.

"Mobil ini tertutup air sehingga dalam pencarian harus masuk ke dalam sungai yang kedalamannya sekitar 170 meter," ungkap Slamet.

Mobil pun dievakuasi oleh Anwar hang dibantu warga sekitar menggunakan alat seadanya. Yakni dikatrol menggunakan rantai panjang yang diikatkan ke pohon sekitar sungai.

"Prosesnya tadi cukup lama, sekitar empat jam mobil baru bisa terangkat," imbuhnya.

Kondisi mobil pikap berwarna biru usai dievakuasi terlihat ringsek bagian depan dan belakang. Bahkan kaca mobil sudah pecah seluruhnya.


Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved