Berita Surabaya

Giatkan Ekonomi Syariah, Dosen UNAIR Terima Anugerah dari Bank Indonesia

Salah satu pengajar di Universitas Airlangga (UNAIR) kembali mendapatkan pengakuan terhadap keilmuan yang dimilikinya.

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Ndaru Wijayanto
istimewa
(kanan) Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR Dr Muhammad Nafik Hadi Ryandono SE MSi sukses sabet penghargaan dari Bank Indonesia. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Salah satu pengajar di Universitas Airlangga (UNAIR) kembali mendapatkan pengakuan terhadap keilmuan yang dimilikinya.

Kali ini, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR Dr Muhammad Nafik Hadi Ryandono SE MSi mendapatkan penghargaan dari Bank Indonesia sebagai Tokoh Penggiat Ekonomi Syariah Terbaik, khususnya pada Ekonomi Halal.

Penghargaan itu menjadi bukti bahwa kiprah dan pengabdian UNAIR terhadap kemajuan ilmu pengetahuan tidak hanya sebatas lingkungan kampus, melainkan jauh dalam skala nasional hingga global.

Nafik, panggilan akrabnya mengungkapkan bahwa dirinya menerima penghargaan pekan lalu dalam kegiatan Temu Tahunan Bank Indonesia di Jakarta Convention Center (JCC).

“Dengan Penghargaan ini justru saya memiliki tanggung jawab yang lebih besar lagi. Saya harus lebih bisa berkontribusi dalam pengembangan ekonomi islam baik secara teoritis maupun praktis,” tuturnya. Selasa (6/12/22).

Menurut Nafik, berjuang dan mendakwahkan ekonomi syariah merupakan tanggungannya sebagai seorang muslim.

Apalagi, dengan tujuan kebaikan masyarakat dengan dilandasi etika, ekonomi syariah diharapkan menjadi lentera ditengah kisruhnya ekonomi saat ini.

Baca juga: Bantu UMKM Keripik Sagu Tempe, Untag Surabaya Buat Mesin Spinner, Waktu Produksi Jadi Lebih Singkat

“Saya pun tertarik belajar ekonomi islam sejak tahun ’98. Sebelumnya pun sudah tertarik dan lebih tertarik lagi ketika mengambil S2 Ilmu Manajemen. Saya lebih mendalami ekonomi Islam,” pungkas dosen yang pernah menjabat sebagai Kepala Departemen ekonomi Syariah FEB UNAIR tersebut.

Nafik memang sudah lama berkecimpung dan berupaya menyebarkan ekonomi syariah di tengah masyarakat.

Selain seorang dosen, ia juga merupakan Ketua Forum Akselerasi Ekonomi Syariah (FAES), Wakil Ketua Ikatan Cedekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jawa Timur, hingga menjadi pengawas serta penasehat diberbagai lembaga.

“Saat itu saya ditunjuk oleh dekan, Pak Karyadi, untuk menjadi tim yaitu Tim Pendirian Departemen Ekonomi Islam,” tambahnya.

Sebagai akademisi, Nafik pun banyak menelurkan berbagai karya. Baik buku hingga jurnal nasional maupun internasional.

Beberapa judul buku referensi merupakan hasil buah tulisannya, seperti Filsafat Ekonomi Islam, Zakat dan Pemberdayaan, Kewirausahaan Sosial Islam, dan masih banyak lagi.

Ia juga tercatat mendirikan Majelis Sarjana Ekonomi Islam di tahun 2016, sebuah lembaga tempat berkumpulnya para sarjana mulai S1, S2, S3 dan D4 yang bidang keilmuan Ekonomi Islam. Di lembaga itu Nafik tercatat sebagai ketua umum yang pertama.

Kedepan, penerima penghargaan OJK sebagai tokoh pelopor pengembangan ekonomi Islam itu berharap ekonomi syariah tidak hanya mampu berkembang dikalangan umat islam saja, melainkan lebih luas lagi.

Mengingat, ajaran Islam bersifat universal dan bertujuan memberikan rahmat bagi semua. Nafik ingin, ekonomi syariah mampu membangun sebuah peradaban yang baik.

“Ekonomi syariah ini salah satu tujuannya adalah membangun kemaslahatan. Yaitu membangun bagaimana ekonomi itu berkeadilan dan berpihak kepada yang lemah, yang kuat memberikan kekuatan kepada yang lemah,” tutupnya

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved