Berita Trenggalek

Gentho Si Tama Trenggalek Raih Top 30 Kovablik Jatim, Olah Rumen Kambing & Limbah Jadi Pupuk Organik

Inovasi Gentong Organik Aktualisasi Petani Maju (Gentho Si Tama) Kabupaten Trenggalek meraih Top 30 Kompetesi Inovasi Publik (Kovablik) Jawa Timur.

ISTIMEWA
Wakil Bupati Trenggalek, Syah Muhammad Natanegara Menerima Penghargaan Top 30 Kompetesi Inovasi Publik (Kovablik) Jawa Timur dari Menpan RB, Azwar Anas. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Inovasi Gentong Organik Aktualisasi Petani Maju (Gentho Si Tama) Kabupaten Trenggalek meraih Top 30 Kompetesi Inovasi Publik (Kovablik) Jawa Timur.

Gentho Si Tama adalah inovasi untuk memproduksi pupuk organik cair dan pestisida dari isi perut (Rumen) kambing dengan limbah sekitar.

Penghargaan untuk Kabupaten Trenggalek itu diberikan langsung oleh Menteri PAN RB, Azwar Anas kepada Wakil Bupati Trenggalek, Syah Muhamad Natanegara di Alun-alun Reksogati, Caruban, Kabupaten Madiun, Rabu (7/12/2022).

Gentho Si Tama dinilai menjadi solusi permasalahan pupuk dan pestisida yang sering kali dikeluhkan petani karena harganya yang mahal.

Selain itu, karena dibuat secara organik diyakini penggunaan pupuk dan pestisida Gentho Si Tama bisa meningkatkan kesuburan tanah dan hasil produksi menjadi lebih sehat.

"Kita terima kasih kepada Dinas Pertanian dan Pangan. Inovasi yang dibuat mendapatkan penghargaan Top 30 Kompetesi Inovasi Publik (Kovablik) Jawa Timur," kata Syah Natanegara.

Baca juga: Harga Beras Naik, Petani Trenggalek Jual Gabah Simpanan: Mumpung Harganya Tinggi

"Semoga ini bisa dipertahankan dan di ikuti oleh Organisasi Perangkat Daerah yang lain. Inovasi-inovasi yang dilakukan agar bisa diakui dan membawa manfaat khususnya untuk masyarakat Trenggalek," lanjutnya.

Sementara itu, petugas Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek, Imam Nurhadi menerangkan Gentho Si Tama memanfaatkan rumen kambing atau isi perut kambing yang ditempatkan dalam wadah gentong lalu difermentasi dengan limbah disekitar kita utamanya limbah organik menjadi Pupuk Organik Cair (POC). 

Penggunaan POC dari rumen kambing ini bertujuan untuk memenuhi mikro organisme tanah. 

"Arahnya kita berbenah tanah dulu. Karena kondisi tanah saat ini akibat banyaknya pestisida yang masuk, kemudian juga pupuk anorganik mengakibatkan mikroorganisme tanah berkurang sehingga sifat biologi tanah menjadi kurang bagus" ucap Imam.

Padahal menurut Imam, sifat biologi tanah sangat berpengaruh pada tingkat kesuburan.

Dengan inovasi Gentho Si Tama ini sifat fisika tanah menjadi meningkat. 

"Istilahnya fisik biologi tanah diperbaiki, sehingga tanah menjadi subur, selain itu mikroorganisme menjadi baik." lanjutnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved