Berita Mojokerto

20 Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Atap Bangunan Sekolah MI di Mojokerto yang Rusak Terancam Ambruk

Atap gedung sekolah MI Darul Mutaallimin di Desa Mojopilang, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto rusak parah.

TRIBUNJATIM.COM/MOHAMMAD ROMADONI
Kondisi kerusakan atap ruangan kelas di kelas I MI Darul Muta'allimin, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, Senin (12/12/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mohammad Romadoni

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Atap gedung sekolah MI Darul Mutaallimin di Desa Mojopilang, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto rusak parah selama 20 tahun tak kunjung diperbaiki.

Kondisi bangunan memprihatinkan atap nyaris ambuk membahayakan siswa saat belajar di ruangan kelas. 

Tak hanya membahayakan, mirisnya ketika hujan lebat atap sekolah bocor hingga membanjiri ruangan kelas.

Pantauan di lokasi terlihat banyak atap ruangan kelas berlubang yakni kelas I, kelas V dan ruang kelas VI dan ruangan guru. 

Paling parah kerusakan kerangka atap yang berpotensi ambrol jika tak segera diperbaiki.

Akibat kerusakan itu menyebabkan plafon bocor hingga air hujan membanjiri ruangan kelas tersebut.

Baca juga: 2 Spesialis Pembobol Sekolah Dibekuk Polisi di Pasuruan, Laptop hingga Kipas Jadi Incaran Curian

Baca juga: Teror Ulat Bulu di Madiun Bikin Sejumlah Siswa Mengeluh Gatal, Tersebar di Pohon hingga Area Sekolah

"Ya setiap hujan selalu begini (Bocor) akhirnya siswa setiap pagi harus Ngepel karena genangan air dari atap yang bocor," ucap Kepala MI Darul Muta'allimin Zainal Arifin, Senin (12/12/2022).

Zainal mengatakan kerusakan atap ruangan kelas disebabkan faktor usia bangunan.

Sejak dibangun pada 2002 lalu sekolah dengan jumlah siswa 125 ini belum tersentuh rehabilitasi bangunan. 

Selain kerusakan atap sekolah, bangku dan meja siswa juga sudah mulai lapuk.

"Kalau bantuan kursi dan meja terakhir dapat itu tahun 2008 lalu sampai sekarang belum ada lagi padahal banyak yang sudah lapuk dan ditaruh gudang karena sudah tidak layak," bebernya.

Zainal mengaku cemas dan mengkhawatirkan keselamatan siswa dengan kondisi bangunan atap yang rusak apalagi saat cuaca hujan.

Ia tidak berpangku tangan melihat bangunan atap sekolah rusak yang membahayakan siswanya itu.

Baca juga: Gaji Tak Cukup Buat Menyambung Hidup, Guru Honorer di Jember Nekat Gadaikan 3 Laptop Sekolah

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved