Berita Malang

Datangi PN Malang, Tujuh Orang dari Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Ajukan Gugatan

Sebanyak tujuh orang dari keluarga korban maupun korban Tragedi Kanjuruhan mengajukan gugatan.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Ndaru Wijayanto
tribunjatim.com/Kukuh Kurniawan
Tim Advokasi Tragedi Kanjuruhan (TATAK) saat menunjukkan gugatan korban Tragedi Kanjuruhan yang didaftarkan ke PN Malang, Rabu (21/12/2022). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Sebanyak tujuh orang dari keluarga korban maupun korban Tragedi Kanjuruhan mengajukan gugatan.

Melalui Tim Advokasi Tragedi Kanjuruhan (TATAK), gugatan tersebut didaftarkan di Pengadilan Negeri Kelas I A Malang (PN Malang) pada Rabu (21/12/2022) siang.

Ketua Tim Advokasi TATAK, Imam Hidayat menjelaskan terkait gugatan tersebut.

"Jadi, ini kan konsepnya usut tuntas, jadi pidana jalan perdata juga jalan. Juga mempertimbangkan para korban, pasca meninggal anggota keluarganya, dan bagaimana kehidupan selanjutnya,"

"Meskipun nyawa tidak sebanding dengan berapa rupiah. Tetapi kami usahakan untuk kepentingan korban, maka kami ajukan gugatan 1365 BW perbuatan melawan hukum terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab," ujarnya kepada TribunJatim.com.

Sementara itu, anggota Tim Advokasi TATAK, Haris Azhar mengungkapkan di dalam gugatan tersebut, ada delapan pihak sebagai tergugat serta empat pihak sebagai turut tergugat.

Delapan pihak sebagai tergugat adalah Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Dewan Pengawas (Match Commisioner) PSSI, PT Liga Indonesia Baru, Panitia Penyelenggara (Panpel) Arema FC, Security Officer BRI Liga 1 2022/2023, PT Indosiar Visual Mandiri, PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia, Kapolri.

Sedangkan untuk empat pihak sebagai turut tergugat adalah Presiden Republik Indonesia, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Keuangan, dan Pemerintah Kabupaten Malang.

"Secara umum, gugatan ini sebetulnya lewat dalil perbuatan melawan hukum. Dan kami meminta pertanggungjawaban terutama ke delapan pihak yang tergugat berdasarkan sejumlah ranah hukum,"

"Misalnya pertanggungjawaban korporasinya, lalu dari sisi keperdataan, dari sisi administrasi, dari sisi perlindungan konsumen, termasuk juga regulasi seputar olahraga sampai juga aturan-aturan internasional," jelasnya.

Dalam gugatan tersebut, pihak penggugat mengajukan ganti rugi kepada para pihak tergugat sebesar Rp 62 miliar.

"Jumlah angka disini (nominal ganti rugi) adalah untuk menunjukkan serta menuntut bentuk-bentuk pertanggungjawaban. Angka-angka ini muncul, untuk biaya hidup korban atau keluarga korban yang ditinggalkan," terangnya.

Hari Azhar juga menambahkan, apabila ada keluarga korban maupun korban Tragedi Kanjuruhan yang ingin bergabung dalam gugatan tersebut, bisa dapat menghubungi Tim Advokasi TATAK.

"Bisa bergabung, karena dalam gugatan perdata dimungkinkan namanya intervensi. Jadi menurut saya, ini akan jadi satu ranah pendidikan pendidikan hukum yang sangat baik untuk turut serta dalam proses meminta pertanggungjawaban. Selain itu lewat gugatan ini, kami mengajak kepada mereka (korban maupun keluarga korban Tragedi Kanjuruhan) untuk berani melakukan upaya-upaya yang formal, tegas dan lugas," tandasnya

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved