Berita Probolinggo

Cuaca Buruk di Perairan Probolinggo, Perahu Saling Berbenturan, 12 Rumah Warga Gili Ketapang Rusak

Wilayah Probolinggo diguyur hujan deras disertai angin kencang, Jumat (23/12/2022) sekira pukul 16.30 WIB. 

Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Ndaru Wijayanto
ISTIMEWA
Belasan rumah milik warga Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, rusak tersapu ombak, kemarin. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Danendra Kusuma

TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO - Wilayah Probolinggo diguyur hujan deras disertai angin kencang, Jumat (23/12/2022) sekira pukul 16.30 WIB. 

Kondisi tersebut turut memicu ombak besar di Perairan Utara Probolinggo.

Akibat cuaca ekstrem ini, belasan rumah dan kapal milik warga Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, mengalami kerusakan. 

Warga Gili Ketapang, Suharno mengatakan dampak cuaca ekstrem, kemarin, mulai dirasakan bertepatan dengan air laut pasang, sekitar pukul 19.00 WIB. 

Kapal milik nelayan yang bersandar di tepi pantai Gili Ketapang terombang-ambing tak terkendali terkena hempasan ombak besar. 

Baca juga: Kawasan Selatan Tuban Berpotensi Cuaca Ekstrem, Masyarakat Diminta Waspada saat Turun Hujan

Melihat hal itu, para nelayan panik, lantas berupaya mengikat perahunya agar tidak terseret ombak. 

Namun, saking besarnya gelombang, membuat perahu satu dengan perahu lain berbenturan hingga rusak. 

"Kapal-kapal milik nelayan yang bersandar saling berbenturan karena ombak besar dan rusak. Ada 14 kapal yang rusak," katanya, dikonfirmasi Sabtu (24/12/2022). 

Warga lain, Nur Jaelani menyebut selain kapal, sebanyak 12 rumah sisi utara juga rusak tersapu ombak besar. 

Rata-rata kerusakannya, tembok bangunan rumah jebol. 

Baca juga: Cuaca Buruk Picu Gelombang Tinggi di Pelabulan Kalianget Sumenep, Dua Kapal Tongkang Ditangguhkan

Jarak rumah warga yang rusak dengan laut, yakni 0 mil atau bersebelahan. Rumah warga dengan laut dipisahkan oleh tanggul. 

Warga yang rumahnya rusak untuk sementara mengungsi ke rumah saudara. 

"Ombak besar juga merusak tanggul. Ombak akhirnya menghantam rumah warga. Ombak besar ini terbentuk beriring dengan munculnya angin kencang. Angin kencang di Gili Ketapang berhembus dengan kurun waktu 5 jam," paparnya. 

Supervisor Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Probolinggo, Aries Setyawan menyebut pihaknya bersama Forkopimka Sumberasih telah merapat Pulau Gili Ketapang untuk melakukan asesmen. 

"BPBD akan memberikan bantuan karung sak yang nantinya diisi pasir untuk penahan ombak darurat. Selain itu, memberikan terpal kepada warga terdampak untuk digunakan penutup rumahnya yang rusak," pungkasnya

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved