Berita Trenggalek

Dokter Hewan Periksa Kukang Jawa yang Hebohkan Warga Trenggalek, Kondisi Mata Kiri Alami Infeksi

Satpol PP dan Damkar Kabupaten Trenggalek berkoordinasi dengan dokter hewan Dinas Peternakan Kabupaten Trenggalek untuk memeriksa Kukang Jawa yang dit

tribunjatim.com/sofyan arif candra
Kukang Jawa yang Diamankan di Kantor Satpol PP dan Damkar Kabupaten Trenggalek untuk Kemudian Diserahkan ke BKSDA Jatim Wilayah I Madiun 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Satpol PP dan Damkar Kabupaten Trenggalek berkoordinasi dengan dokter hewan Dinas Peternakan Kabupaten Trenggalek untuk memeriksa Kukang Jawa yang ditemukan di perkampungan di Desa Senden, Kecamatan Kampak, Minggu (1/1/2023) lalu.

Dokter hewan ini didatangkan karena kondisi mata kiri Primata tersebut berwarna putih buram, berbeda dengan mata kanannya yang berwarna cokelat cerah.

Dokter Hewan Puskeswan Dinas Peternakan Kabupaten Trenggalek, Muhammad Lukki Yahya mengatakan mata kiri Kukang Jawa tersebut mengalami infeksi.

"Ada infeksi yang terjadi karena luka pada awalnya, sehingga terjadi jaringan parut lalu membengkak," ucap Lukki, usai memeriksa primata yang dilindungi negara tersebut, Selasa (3/1/2023).

Sebelum melakukan pengobatan, Lukki akan mencoba untuk melakukan bonding atau pendekatan dengan Kukang Jawa tersebut.

Hal ini dilakukan karena hewan nokturnal tersebut lebih banyak meringkuk memasukkan kepalanya di antara tangan dan kakinya.

Baca juga: Kukang Jawa Hebohkan Warga Trenggalek, Jalan-jalan di Atap Kayu 1 Jam, Langsung Dievakuasi Damkar

"Karena pemalu kita bonding dulu sama dia kita kasih pendekatan dulu lalu kita kasih obat yang ringan dulu," lanjutnya.

Lukki sendiri melihat kondisi fisik Kukang tersebut cukup bagus selain mata yang mengalami infeksi.

Menurut dokter hewan lulusan Universitas Airlangga Surabaya tersebut Kukang Jawa mungkin saja ditemukan di hutan di Kabupaten Trenggalek karena memang spesiesnya tersebar di seluruh Pulau Jawa.

Sementara itu Kasatpol PP dan Damkar Kabupaten Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono mengatakan hingga dua hari pasca penemuan, belum ada masyarakat yang melaporkan kehilangan hewan peliharaan tidak jenis Kukang Jawa.

Untuk itu hampir bisa dipastikan hewan yang masuk dalam status Konservasi kritis tersebut adalah hewan liar.

"Kita koordinasi dengan BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Jatim Wilayah I Madiun untuk menyerahkan Kukang Jawa ini beserta seekor King Cobra yang kita temukan di Kecamatan Kampak juga," kata Triadi

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved