Berita Probolinggo

Salah Sangka, Pembakar Mobil di Probolinggo Geram Dilaporkan Korban Padahal Tidak, Kini Menyesal

Pelarian tersangka pembakaran mobil Daihatsu Terios Nopol W 1319 NG, akhirnya terhenti. 

TRIBUNJATIM.COM/DANENDRA KUSUMA
Tersangka pembakaran mobil Daihatsu Terios dihadirkan dalam rilis ungkap kasus di halaman Mapolres Probolinggo, Jumat (20/1/2023). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Danendra Kusuma

TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO - Pelarian tersangka pembakaran mobil Daihatsu Terios Nopol W 1319 NG, akhirnya terhenti. 

Tersangka berinisial AZ (34) warga Desa Batur, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo ini diringkus Satreskrim Polres Probolinggo di tempat persembunyiannya. 

Motif tersangka membakar mobil korban juga tersibak.

Tersangka kesal usai menyangka korban telah melaporkannya ke polisi atas kasus ilegal logging

Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi mengatakan peristiwa pembakaran mobil ini dipicu kedongkolan tersangka. 

Tersangka berspekulasi jika korban melaporkannya terlibat kasus ilegal logging. 

Baca juga: Sudah Sebar Undangan, Nikah Dibatalkan H-2 Resepsi, Perempuan di Probolinggo Minta Ganti Rugi Rp 3 M

"Atas hal itu tersangka membakar mobil korban. Namun, setelah kami telusuri itu tidak benar. Korban tidak ada kaitannya dengan pelaku (tidak melaporkan ilegal logging ke polisi)," katanya saat rilis ungkap kasus di halaman Mapolres Probolinggo, Jumat (20/1/2023). 

Dia menceritakan pengamanan tersangka ini bermula saat pihaknya mendapat laporan dari korban terkait pembakaran mobil oleh orang tidak dikenal. 

Dari situlah, personel Satreskrim Polres Probolinggo melakukan penyelidikan hingga mengarah ke AZ sebagai pelakunya. 

"Setelah kami amankan dan kami lakukan pendalaman, selain mengakui membakar mobil korban, ternyata tersangka memang benar telah melakukan ilegal logging," ungkapnya. 

Arsya menambahkan, karenanya, AZ dikenakan dua perkara, pembakaran mobil dan ilegal logging.

Korban dijerat Pasal 406 KUHP Tentang Perusakan Barang dengan ancaman 2 tahun 8 bulan penjara.

"Lalu, Pasal 82 ayat 1 huruf b dan atau c dan atau Pasal 83 huruf a dan atau huruf b Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Pengrusakan Hutan (P3H), dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara," lanjutnya. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved