Berita Madura

Nasib Pilu Gadis Remaja Madura, Dinodai Ayah Angkat, Terbongkar karena 1 Hal yang Dilakukan Korban

Kapolres Bangkalan, AKBP Wiwit Ari Wibisono mengungkapkan, kekerasan fisik terakhir kali dilakukan MM terjadi pada 2 Januari 2023 sekitar pukul 14.00

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Ahmad Faisol
MM (52), warga Kecamatan Tanjung Bumi menjalani pemeriksaan di hadapan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Bangkalan atas perkara tindak pidana kekerasan fisik hingga kekerasan seksual terhadap anak angkatnya, Bunga (14) hingga sebanyak sepuluh kali, berlangsung sejak korban mulai duduk di bangku kelas VI SD hingga kelas 1 SMP 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Ahmad Fasiol


TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN – Keceriaan anak perempuan berusia 14 tahun, sebut saja Bunga, sontak berubah pilu.

Jiwanya terguncang dan langkahnya menjadi gontai ketika ia memutuskan untuk memilih kabur meninggalkan rumah.

Ayah angkatnya, MM (52), warga Kecamatan Tanjung Bumi tega melakukan rudapaksa hingga sebanyak sepuluh kali.

Bunga tak menyangka, bahu yang selama ini ia jadikan tempat untuk bersandar, pundak yang selalu membuat ia nyaman untuk sekedar bermanja ternyata semu.

Belaian lembut kasih sayang dari jemari MM yang dulunya ia rasakan, kini malah meninggalkan sejumlah bekas luka di beberapa bagian tubuhnya.

Kapolres Bangkalan, AKBP Wiwit Ari Wibisono mengungkapkan, kekerasan fisik terakhir kali dilakukan MM terjadi pada 2 Januari 2023 sekitar pukul 14.00 WIB.

Menggenggam sepotong kayu, jemari MM telah meninggalkan bekas luka memar pada pergelangan tangan kanan Bunga, lengan kiri di atas siku, betis kaki kanan betis kaki kiri, paha sebelah kiri, hingga luka memar pada pinggang sebelah kiri.

“MM memukuli korban, anak angkat yang dirawatnya sejak usia kecil, lebih dari 6 kali dengan menggunakan potongan kayu. Si anak juga menjadi korban kekerasan seksual pada 31 Desember 2022 sekitar pukul 19.30 WIB. Si ayah menarik paksa tangan korban ke dalam kamar dan kemudian melakukan persetubuhan hingga sepuluh kali,” ungkap Wiwit kepada Tribun Madura, Senin (23/1/2023).

Keputusan Bunga melangkah jauh meninggalkan rumah dan ayah angkatnya pada 2 Januari 2023 menjadi sebuah awal terkuaknya kasus rudapaksa oleh MM.

Dengan wajah diselimuti penuh trauma, Bunga ditemukan warga dan dilaporkan kepada Kepala Desa (Kades) Bandang Dajah, Kecamatan Tanjung Bumi.

Kepada warga, lanjut Bangkit, korban berniat menuju rumah salah seorang perempuan anggota keluarganya, RJ (31), wara Desa Bandang Dajah untuk berkeluh kesah atas semua tindakan kekerasan fisik dan seksual yang dilakukan ayah angkatnya.

RJ merupakan cucu dari pelaku rudapaksa, MM.

“Setelah dihubungi Pak Kades, RJ datang dan mengenali bahwa korban adalah anak angkat dari neneknya (isteri dari tersangka MM). RJ kemudian melaporkan tindakan MM ke Polres Bangkalan pada 11 Januari 2023,” jelas Wiwit.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved