Berita Tuban

Ribuan Anak di Tuban Putus Sekolah, Dinas Pendidikan Bakal Entaskan Melalui Pendidikan Kesetaraan

Angka anak putus sekolah di Kabupaten Tuban, mencapai ribuan. Jumlah tersebut terbilang banyak dan menjadi perhatian banyak pihak.

Penulis: M Sudarsono | Editor: Arie Noer Rachmawati
ISTIMEWA
Pendidikan kesetaraan yang dilakukan PKBM Adhyaksa Tuban. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mochamad Sudarsono

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Angka anak putus sekolah di Kabupaten Tuban, mencapai ribuan. 

Jumlah tersebut terbilang banyak dan patut menjadi perhatian semua pihak, khususnya Dinas Pendidikan (Disdik). 

"Hampir 4000 kasus untuk anak putus sekolah," kata Plt Kepala Disdik Kabupaten Tuban, Joko Sarwono saat menjadi narasumber di Kejari Tuban, Senin (23/1/2023).

Joko menjelaskan, kategori putus sekolah berada di usia 21 tahun ke bawah. 

Dengan kondisi ini, pihaknya akan mengeksekusi agar angka putus sekolah bisa menurun drastis. 

Salah satunya dengan berkolaborasi melalui pendidikan kesetaraan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Baca juga: Terjawab Penyebab Amblesnya Jembatan Bambu Wisata Tuban, Petaka Datang saat Dipakai Foto

Terlebih pemerintah juga mengcover biaya bagi mereka yang masih berusia di bawah 21 tahun. 

"Kami akan berkolaborasi dengan menggandeng PKBM yang ada, salah satunya dengan PKBM Adhyaksa," ujarnya di hadapan para tutor PKBM. 

Kepala Kejaksaan Negeri Tuban, Iwan Catur Karyawan, tujuan adanya PKBM ini adalah untuk mengentaskan tingkat pendidikan yang masih rendah. 

Ke depan pihaknya berharap ada pola kerja sama dengan semua stakeholder di Tuban secara resmi, untuk merumuskan semacam regulasi. 

Terkait dengan usia siswa di atas 21 tahun yang tidak dicover pemerintah, pihaknya berharap ada wacana agar pemerintah bisa turut membantu dengan membuat regulasi.

"Kami berterima kasih kepada para tutor yang secara iklhas mengabdi di PKBM. Kami juga siap membantu memfasilitasi pemerintah daerah untuk konsultasi tentang regulasi anggarannya," beber Iwan. 

Baca juga: Wabah PMK di Tuban Kembali Naik, Awal Tahun Terdeteksi Ratusan Kasus, Ada 2 Sapi Meninggal

Sementara itu, Direktur PKBM Adhyaksa Tuban, Cipnal Muchlip Muhaimin, menyatakan PKBM yang dipimpin mengedepankan prinsip pengabdian dengan tetap menjalankan proses belajar mengajar sesuai dengan aturan yang berlaku. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved