5 Fakta Kasus Bu Lurah di Banyuwangi Pura-pura Mati Saat Coba Dibunuh, Motif Pelaku Terungkap

Kasus Ibu Lurah Pura-pura Mati

TRIBUNJATIM.COM - Baru-baru ini ada sebuah peristiwa tragis yang terjadi di Banyuwangi.

Seorang Lurah dari Penataban, Kecamatan Giri, Banyuwangi bernama Sri Wilujeng menjadi korban percobaan pembunuhan.

Sri ditemukan warga di Sungai Sere Dusun Sendangrejo, Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo.

Pelaku Percobaan Pembunuhan Bu Lurah di Banyuwangi Gunakan Pistol Mainan

Sri ditemukan warga sekitar pukul 21.30 WIB, Selasa (31/7), dengan kondisi kedua tangannya terikat.

Ternyata, dirinya baru mengalami peristiwa tragis dalam hidup.

TribunJatim.com kembali mengulas fakta-fakta penting dalam kasus dalam poin berikut:

1. Berawal dari Ajakan Bertemu Tokoh

Berdasarkan keterangan korban setelah pulih, kejadian ini bermula saat korban berada di Kantor Kelurahan Penataban, Selasa (31/7) siang.

Korban mengaku dihubungi oleh seseorang yang dikenalinya, meminta untuk bertemu dengan seorang tokoh, yakni Nama Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi, KH Ali Makki Zaini.

Malam harinya korban dijemput oleh dua orang mengendarai mobil, dan diajak bertemu tokoh tersebut di Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari.

"Korban mengenal pelaku, sehingga dia percaya saja dan mau menerima ajakan itu," kata Watiyo, Kapolsek Bangorejo.

Diketahui pelaku berinisial SN, membawa korban menuju ke arah Kecamatan Kalibaru.

Mobil sempat berputar-putar ke Genteng dan Muncar.

Lurah Penataban Kabupaten Banyuwangi Sri Wilujeng saat mendapat perawatan di Puskesmas, Rabu (1/8/2018). (TRIBUNJATIM.COM/IST)

Setelah malam kian larut, mobil baru mengarah ke Blokagung.

Korban lantas dianiaya di dalam mobil, menggunakan pistol mainan dan dipukul.

Untuk menyelamatkan diri, korban berpura-pura mati.

Pelaku mengira korban telah meninggal dunia, lantas diikat dan dibuang di sungai.

Korban masih hidup namun tangan kaki terikat serta kepala ditutup tas plastik hitam. Korban ditemukan nyaris tenggelam pada Selasa malam (31/7/2018).

Saat ditemukan, Wilujeng Esti Utami masih menggunakan baju adat kebaya hitam dan kain batik khas Banyuwangi yang merupakan seragam PNS khusus hari Selasa.

Terdapat beberapa luka lebam di bagian tubuh korban. Warga menyelamatkan perempuan tersebut saat mendengar teriakan suara meminta tolong dari tengah sungai sekitar jam 10 malam. (Kompas.com/Ira Rachmawati)

Pemkab Banyuwangi Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Percobaan Pembunuhan Lurah Penataban

2. Bu Lurah Membawa Uang Tunai dalam Jumlah Banyak

Korban ternyata sudah lebih dulu membawa uang banyak saat akan dijemput bertemu tokoh yang disebutkan.

Korban berencana menyerahkan uang senilai Rp 60 Juta kepada tokoh yang akan dia temui, yakni KH Ali Makki Zaini.Gus Makki.

Saat itu korban membawa uang Rp 60 juta.

Saat diajak berkeliling oleh pelaku hingga ke Kalibaru, disitu semua uang dan barang milik korban diambil.

Tas yang berisi identitas pribadi, kwitansi pinjaman dari pelaku serta satu buah handphone dibawa oleh pelaku.

Bu Lurah di Banyuwangi Korban Percobaan Pembunuhan, Diancam Pakai Pistol dan Dipukuli di Mobil

3. Nama Gus Makki yang Dicatut dalam Kasus ini

Nama Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi, KH Ali Makki Zaini, disebut dalam kasus percobaan pembunuhan ini.

Pria yang akrab disapa Gus Makki ini mengaku tidak mengenal Lurah Penataban dan pelaku.

Dia meminta agar warga NU tetap tenang dan menyerahkan kasus ini pada kepolisian.

“Ini fitnah. Murni pencatutan nama,” kata Gus Makki, Rabu (1/8).

Namanya Disebut dalam Percobaan Pembunuhan Bu Lurah di Banyuwangi, Ini Penjelasan Lengkap Gus Makki

Dalam rilis yang diberikan pada media, Gus Makki menyatakan, namanya hanya dicatut.

Korban mengaku dibawa ke rumah Gus Makki, yang berada di Blokagung, Kecamatan Tegalsari.

Padahal alamat rumah Gus Makki berada di Dusun Rayud, Desa Parijatah Kulon, Kecamatan Srono.

"Sehubungan dengan merebaknya kabar percobaan pembunuhan terhadap Lurah Penataban, Sri Wilujeng melalui grup WA, yang mencatut nama Gus Makki, saya, H.Muhamad Ali Makki tidak pernah kenal dengan nama-nama yang disebutkan dalam perkara tersebut," ujarnya dalam rilis resmi yan diterima media.

Menurutnya saat kejadian, pihaknya sedang menghadiri undangan pengajian Halal Bihalal bersama dengan guru-guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) se Kecamatan Bangorejo.

"Nama Gus Makki hanya disebutkan dalam perkara tersebut, itu bukan saya, mungkin ada Gus Makki lain," kata Gus Makki.

Pihaknya berharap, agar kepolisian bisa segera menangkap pelaku.

"Lebih khusus pada seluruh warga jam'iyah Nahdlatul Ulama (NU) untuk tetap tenang dan jangan sampai terprovokasi hingga melakukan hal-hal yang tidak patut. Pasrahkan tugas dan wewenang sepenuhnya kepada aparat penegak hukum," katanya. (TribunJatim.com/Haorrahman)

Makin Menarik, AHY Calon Kuat Dampingi Prabowo di Pilpres 2019, Tapi Terancam Ijtima Ulama

4. Pelaku Tertangkap

Polres Banyuwangi mengamankan AS, warga Kecamatan Muncar, sebagai pelaku kekerasan kepada Sri Wilujeng, Lurah Penataban, Kecamatan Giri.

Saat diamankan oleh polisi pada Rabu pagi (1/8/2018), AS sempat mengelak mengakui kejahatan yang telah dilakukan kepada perempuan tersebut.

Tersangka Agus di mapolres Banyuwangi (Surya/Haorrahman)

AKBP Donny Adityawarman Kapolres Banyuwangi menjelaskan, pihaknya telah memeriksa beberapa saksi termasuk staf kelurahan Penataban yang sempat melihat AS menjemput Wilujeng Esti di kantor kelurahan pada Selasa siang (31/7/2018).

"Kita sempat tunjukan foto AS kepada korban dan diakui jika benar itu orangnya. Kita juga sudah memeriksa pembantu AS, yang membenarkan jika majikannya memiliki mobil yang sama digunakan menjemput korban," jelas Kapolres Banyuwangi. (Kompas.com)

Dibekuk Polres Tanjung Perak, Mustofa: Saya Bilang Bisa Datangkan Uang, Tapi Bukan Uang Asli

5. Motif Pelaku

Pihak kepolisian berhasil mengamankan uang tunai 60 juta rupiah milik korban yang disembunyikan pelaku di rumah pengasuh anaknya di kecamatan Srono.

Sementara tas ransel dan ponsel milik korban diakui AS telah dibuang di jalan.

Mobil yang digunakan untuk menjemput korban pun disembunyikan di salah satu rumah kerabatnya.

Kapoles Banyuwangi menjelaskan motif kekerasan yag dilakukan AS adalah untuk memiliki uang milik Wilujeng sebesar Rp 60 juta, yang diakui oleh AS akan dipinjam oleh Gus Makki, ketua PCNU Banyuwangi.

Kasus Ibu Lurah Pura-pura Mati (kolase TribunJatim.com/IST)

"Jadi AS ini bilang, Gus Makki yang meminta uang Rp 60 juta. Untuk meyakinkan, pelaku ini meminta rekannya mengaku sebagai Gus Makki melalui sambungan telpon," kata Kapolres Banyuwangi.

Saat ini AS sudah ditetapkan sebagai tersangka dan rekannya yang mengaku sebagai Gus Makki disambungan telpon diperiksa sebagai saksi.

"Antara korban dan pelaku ini saling mengenal di media sosial. Saat ini kita sedang kembangkan untuk pemeriksaan lebih lanjut," pungkas Kapolres. (Kompas.com)

Jual Aset Pemkot Malang, Leonardo Akhirnya DItahan Kejari

Penulis: Ignatia
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim

Berita Populer