Kanal

RESPON Wawalikota Pasuruan ke Siswa Pasca Atap SDN Gentong Ambruk, Pakai Trauma Healing & Akupuntur

Plt Wali Kota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo - SURYA/GALIH LINTARTIKA

TRIBUNPASURUAN.COM, PASURUAN - Wakil Wali Kota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo langsung mengambil langkah - langkah tegas untuk menyikapi empat atap kelas di SDN Gentong Pasuruan ambruk yang menewaskan dua orang tiga hari yang lalu.

Setelah menggelar rapat, Teno, sapaan akrab Wakil Wali Kota Pasuruan ini sudah menginstruksikan ke jajarannya, agar menginformasikan ke siswa-siswi SDN Gentong untuk persiapan memulai belajar mengajar kembali.

Akan tetapi, Teno menegaskan, kegiatan belajar mengajar tidak dilakukan di SDN Gentong. Ia mengatakan, tempat belajar mengajar siswa dan siswi dipindahkan ke sekolah terdekat.

TERUNGKAP Tindak Pidana di Kasus Atap Kelas SDN Gentong Pasuruan, 1 Hal Janggal Jadi Petunjuk Polisi

Pulang dari Jerman, Wakil Wali Kota Pasuruan Langsung Jenguk Korban Ambruknya Atap SDN Gentong

Atap SDN Gentong Pasuruan Ambruk, Polisi Panggil 2 Pejabat Dindik & Direktur Pelaksana Pembangunan

"Semua proses belajar mengajar di SDN Gentong akan dipindahkan ke Madrasah Diniyah Al Ghofuriyah di gang masjid Al Ghofuriyah kelurahan Gentong," kata pria yang juga menjabat sebagai Plt Walikota Pasuruan, Jum'at (8/11/19) siang

Teno menegaskan, ada enam ruang kelas di madin yang siap digunakan termasuk satu ruang guru. Ia mengaku sudah melakukan pengecekan untuk persiapan pemindahan aktivitas belajar mengajar ini.

Rencananya, kata Teno, belajar mengajar untuk siswa dan siswi SDN Gentong ini akan aktif Senin (11/11/2019) mendatang. Kata dia, meski sekolah dipindah, kemungkinan besar, porsi pelajaran ini tidak sebesar biasanya.

"Tujuh puluh persen pelajaran trauma healing, dan tiga puluh persen pelajaran sekolah. Saya tidak ingin anak - anak jadi korban tidak sekolah atas peristiwa ini. Kasihan mereka, hak mendapatkan pendidikan layak terampas. Makanya, harus sekolah tapi porsinya tidak berat," tambahnya.

Ia mengatakan, metode yang akan digunakan nanti adalah play therapy. Ia optimis, dengan metode ini, anak-anak bisa mengatasi traumanya melalui media permainan.

"Selain dengan cara konseling, kami juga akan menerapkan metode Tapas Acupressure Technique (TAT), yaitu metode terapi yang dilakukan dengan cara menyentuh secara ringan beberapa titik akupuntur di kepala sambil mengarahkan perhatian kepada masalah yang ingin dihadapi," urainya.

Terpisah, Pengelola Madin Al Ghofuriyah, Ustad Nur Wachid mengaku sangat mendukung, jika ada rencana penggunaan madin sebagai sarana pengganti tempat belajar mengajar siswa dan siswi SDN Gentong.

"Yang dua kelas kalau sore digunakan untuk madin, dan keempat kelas lainya kosong. Namun semua kelas di pagi hari bisa digunakan untuk proses belajar mengajar siswa dan siswi," ungkapnya.

Sekadar diketahui, Madin Al Ghofuriyah berada di lingkungan masjid Kiai Sepuh. Bangunan ini terdiri dari beberapa ruang kelas di dua lantai dengan total kelas 10 ruangan dan 2 kelas berada di depan madrasah

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim

Fakta Baru Pembunuhan Mahasiswa Bengkulu, Diduga Diperkosa hingga Motornya Digadaikan oleh Pelaku

Berita Populer