Berita Populer

Ironi Mantan Sopir di Kediri Diusir Istri Kedua, Sakit-sakitan, Jadi Gelandangan & Ditolak Keluarga

Bambang Catur Widodo, mantan sopir bus di Kota Kediri yang jadi gelandangan.

TRIBUNJATIM.COM - Inilah kisah pilu dari seorang pria di Kota Kediri.

Pria yang dulunya bekerja sopir bus itu kini hidup menjadi gelandangan.

Bahkan, keluarganya pun menolaknya.

Kematian Tragis Istri yang Pergoki Suami Selingkuh, Pria Sumatera Bersandiwara, Seolah Menyelamatkan

Nama pria itu adalah Bambang Catur Widodo (55).

Kisah rumah tangga pria itu nmembuat terenyuh.

Bambang Catur Widodo menggelandang setelah diusir oleh istri keduanya.

Terekspos Video Lengkap Hotman Duduk di Belakang Orang Salat, Pinggirkan Makanan: Tidak Pindah Agama

Dulunya, Bambang bekerja di satu perusahaan otobus (PO) di Tulungagung.

Tapi, kini Bambang harus hidup menggelandang.

Karena tidak punya tempat tinggal, Bambang sempat tidur di areal Pemakaman Banjaran, Kota Kediri.

Kemudian ia pindah ke Aula Kantor Kelurahan Banjaran, Kota Kediri.

VIRAL VIDEO Istri Rela Antar Suami Nikah Lagi, Momen Sungkem Memilukan, Jangan Jelekkan Suami Saya

Bambang Catur Widodo, mantan sopir bus yang diusir istri muda dan sempat menggelandang di areal makam dibawa petugas ke Kantor Satpol PP Kota Kediri, Selasa (4/2/2020). (SURYA/DIDIK MASHUDI)

Pengakuan Pasien Virus Corona Tentang Kondisi RS Huoshenshan, Semuanya Baik, Di Luar Ekspektasi

Kejadian yang menimpa Bambang bermula saat tubuhnya mulai sakit-sakitan sehingga tidak dapat bekerja maksimal menjadi sopir bus lagi.

Dalam kondisi tubuh mulai sakit-sakitan, istrinya pertamanya mendahului meninggal dunia.

Kemudian Bambang menikah lagi dengan janda asal Trenggalek.

Namun karena tubuhnya mulai digerogoti sakit, Bambang tidak mampu menjadi sopir bus lagi sehingga tidak punya penghasilan.

Sehingga istri keduanya di Trenggalek tidak mau menerimanya lagi serta meminta Bambang pergi.

BREAKING NEWS - Wali Kota Risma Memaafkan Penghinanya

Sempat luntang- lantung, Bambang mencoba pulang ke rumah saudaranya di Kelurahan Banjaran, Kota Kediri.

Namun lagi-lagi saudaranya juga tidak mau menerima.

Akibat penolakan dari istri dan keluarganya, Bambang akhirnya meninggalkan rumah dan tidur menggelandang di sekitar areal makam di Kelurahan Banjaran.

"Saya sempat tidur beberapa hari di areal makam," ungkapnya.

Risma Memaafkan Penghinanya Tapi Enggan Cabut Laporan: Jika Saya Kodok, Berarti Orang Tua Saya Kodok

Warga yang trenyuh mengetahui kejadian itu kemudian meminta Bambang meninggalkan makam dan diminta tidur di Aula Kelurahan Banjaran.

Bambang yang sempat beberapa hari menghuni Aula Kelurahan Banjaran kemudian dilaporkan masyarakat kepada petugas Satpol PP Kota Kediri.

Petugas kemudian membawa Bambang ke Kantor Satpol PP Kota Kediri untuk dipertemukan dan diantarkan ke rumah keluarganya.

Pria Kalimantan Batal Nikah karena Mahar Ditolak Dulu Viral, Video Panas Pacar Beredar, Ending Miris

Kabid Trantibun Satpol PP Kota Kediri Nur Khamid menjelaskan, petugas sempat mengantarkan Bambang ke rumah keluarganya di Kelurahan Banjaran.

Hanya saja pihak keluarga yang merupakan kakak kandungnya tidak mau menerima.

"Keluarganya tidak berkenan menerima," jelas Nur Khamid, Selasa (4/2/2020).

Sehingga petugas kemudian mengantarkan kepada keluarganya yang lain di Desa Mangunrejo, Kecamatan Ngadiluwih, Kabuparen Kediri.

Dari hasil pembicaraan petugas dengan pihak keluarga akhirnya mau menerima dan memperbolehkan Bambang tinggal bersama. (Didik Mashudi)

Tiga Pengemis Lansia Ini Kena Razia Satpol PP Sampang, Diberi Peringatan & Ancam Tipiring Jika Balik

Dalam patroli penyisiran di wilayah Perkotaan Sampang, Madura, Satpol PP amankan tiga orang pengemis.

Pengemis tersebut diantaranya Jaten, Jareyah, dan Hasniyah yang semuanya merupakan perempuan asal Kabupaten Sumenep.

Kabid Penegakan Perda Satpol PP Sampang Chairijah mengatakan, ketiganya diamankan di Pasar Srimangunan Sampang.

"Sebelumnya kita tidak langsung melakukan pengamanan kepada mereka, melainkan melihat terlebih dahulu gerak-gerik mereka, setelah diketahui meminta ke toko dan orang baru kami amankan," ujarnya kepada TribunMadura.com, Jumat (22/11/2019).

Operasi Amputasi Jari Tengah Berjalan Dengan Sukses, MS Jalani Masa Pemulihan

Dijelaskan, bahwa mereka merupakan merupakan pengemis baru di Kota Bahari.

Sehingga, ketiganya saat di amankan ke Kantor Satpol PP Sampang diintruksikan untuk menulis surat pernyataan tidak mengulangi lagi.

"Kalau mereka diamankan kembali kita langsung Tindak Pidana Ringan (Tipiring)," tegasnya.

Kemudian dalam meminimalisir adanya pengemis, pihaknya akan meningkatkan patroli di sejumlah titik di Kota Bahari, diantaranya, pasar dan taman.

Ahli Pengobatan Asal Pasuruan Ningsih Tinampi Akhirnya Temui Rombongan Lintas Dinas

Berita Populer