TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kasus positif Covid-19 di Jawa Timur, berdasarkan update Corona di Jatim hingga Selasa 31 Maret 2020 pagi ini sudah menembus angka 91 kasus. Sementara pasien dalam pengawasan ( PDP ) 366 dan orang dalam pemantauan ( ODP ) sebanyak 5.812.
Dengan jumlah kasus Covid-19 tersebut, saat ini zona merah Corona di Jawa Timur kini sudah merambah di 18 kabupaten kota.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, bahwa di Jawa Timur tidak akan melakukan karantina melainkan menggunakan terminologi isolasi kewilayahan yang dikembangkan dari RT, RW yang diatur oleh masing-masing kabupuaten kota.
Sebaran zona merah Corona di Jawa Timur dari data yang dirilis oleh Pemprov Jawa Timur, Senin (30/3/2020) petang, di Gedung Negara Grahadi Surabaya.
• Rencana Rahasia Jerman Akhiri Covid-19, Fakta Adanya Perjanjian Mitra Eropa ‘Supaya Tidak Sia-sia’
• Nasib Tragis Pemuda Tuban Pamit Berburu Biawak Tapi Tewas di Sungai, Kondisinya Mengenaskan
Dimana zona merah diberikan pada daerah kabupaten dan kota yang sudah memiliki kasus positif Covid-19, berikut rinciannya:
Kota Surabaya : 41 kasus
Kabupaten Sidoarjo : 10 kasus
Kabupaten Gresik : 2 kasus
Kabupaten Pamekasan : 1 kasus
Kabupaten Situbondo : 5 kasus
Kabupaten Banyuwangi : 1 kasus
Kabupaten Jember : 2 kasus
Kabupaten Lumajang : 3 kasus
Kabupaten Malang : 5 kasus
Kota Malang : 4 kasus
Kota Batu : 1 kasus
Kabupaten Blitar : 1 kasus
Kota Blitar : 1 kasus
Kota Kediri : 1 kasus
Kabupaten Kediri : 2 kasus
Kabupaten Tulungagung : 1 kasus
Kabupaten Jombang : 1 kasus
Kabupagen Magetan : 1 kasus
• Terekspos Penampilan Krisdayanti Rapat Paripurna di Rumah karena Corona: Bismillah, Selamat Bekerja
Sedangkan untuk kabupaten kota yang masuk dalam zona kuning Corona di Jawa Timur, yaitu kabupaten kota yang sudah memiliki jumlah PDP dan ODP, terdiri atas :
Kabupaten Tuban : 7 PDP, 215 ODP
Kabupaten Lamongan : 12 PDP, 111 ODP
Kabupaten Bojonegoro : 1 PDP, 68 ODP
Kabupaten Ngawi : 5 PDP, 105 ODP
Kota Madiun : 8 PDP, 16 ODP
Kabupaten Madiun : 4 PDP, 88 ODP
Kabupaten Pacitan : 1 PDP, 274 ODP
Kabupaten Trenggalek : 2 PDP, 347 ODP
Kabupaten Ponorogo : 8 PDP, 181 ODP
Kabupaten Nganjuk : 11 PDP, 25 ODP
Kabupaten Bangkalan : 1 PDP, 196 ODP
Kota Mojokerto : 5 PDP, 126 ODP
Kabupaten Mojokerto : 22 PDP, 143 ODP
Kabupaten Pasuruan : 14 PDP, 8 ODP
Kota Probolinggo : 1 PDP, 93 ODP
Kabupaten Probolinggo : 4 PDP, 143 ODP
Kabupaten Bondowoso : 1 PDP, 266 ODP
• Tragedi 7 Calon Perwira Polisi Positif Corona, Pendidikan Setukpa Berubah Karantina, Berawal dari WA
Sedangkan untuk kabupaten kota yang masuk zona hijau Corona di Jawa Timur, adalah kabupaten kota yang tidak memiliki pasien PDP, dan hanya memiliki ODP saja. Daerah yang masuk zona hijau adalah:
Kabupaten Sampang : 87 ODP
Kabupaten Sumenep : 65 ODP
Terkait zona merah Corona di Jawa Timur yang semakin meningkat Gubernur Khofifah mengatakan, bahwa pihaknya tidak memberlakukan karantina. Melainkan di Jawa Timur ada sebagian daerah yang melakukan isolasi kewilayahan. Mulai berbasis RT, RW hingga pembatasan kasus.
“Yang kami lakukan adalah isolasi kewilayahan. Baik RT, RW, dan pada dasarnya kabupaten kota sudah melakukan itu.
Dimana isolasi wilayah tersebut dilakukan hasil dari tracing kasus yang terkonfirmasi Covid-19,” tegas Khofifah.
Selain itu, Khofifah juga menegaskan bahwa sudah empat hari ini di sejumlah daerah sudah menerapkan physical distancing dengan menutup jalan tertentu dan di jam jam tertentu.
Maksimalisasi kedisiplinan untuk tinggal di rumah rumah, menjaga jarak, tidak berkerumunan terus dilakukan untuk mencegah potensi penyebaran Covid-19 khususnya di daerah yang sudah zona merah, dan zona sangat merah seperti Surabaya.
• UPDATE CORONA di Indonesia Selasa 31 Maret: Kasus Naik Jadi 1.414, Jangkau 31 Provinsi, 75 Sembuh
• Update Corona di Jatim Senin 30 Maret, 18 Daerah Zona Merah Covid-19, Khofifah: Surabaya Terbanyak
Sementara itu terkait UU No 16 Tahun 2018 tentang karantina kesehatan yang diputuskan Presiden Jokowi dengan sistem pembatasan sosial skala besar dan darurat sipil, Gubernur Khofifah mengaku menunggu arahan lebih lanjut untuk wilayah Jawa Timur.
“Di undang undang tersebut ada empat opsi yang bisa diambil pemerintah bila ingin menerapkan kebijakan karantina dalam menyikapi suatu masalah kesehatan di tengah masyarakat.
Selain karantina rumah, karantina rumah sakit, atau pembatasan sosial berskala besar. Maka sekarang kita tunggu apakah akan turun dalam bentuk Inpres atau Kepres.
Tapi berdasarkan ratas tadi posisinya adalah yang dipilih pembatasan sosial dalam skala besar,” tandas Khofifah.
16 Sembuh
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyebut hingga, Senin (30/3/2020) petang, ada satu tambahan kasus positif covid-19 di Jawa Timur.
Satu tambahan kasus Covid-19 ini berasal dari Situbondo, dan menyebabkan total kasus positif Covid-19 di Jatim menjadi 91 orang.
Sedangkan untuk jumlah kasus PDP di Jatim ada sebanyak 366 orang dan untuk kasus ODP di Jatim bertambah menjadi 5.812 orang.
“Total kasus positif di Jatim menjadi 91 orang. Tambahan per hari ini satu orang dari Situbondo.
Sedangkan kabar baiknya yang hari ini pulang dari rumah sakit dan dinyatakan sembuh ada 3 orang, sehingga total yang sembuh di Jatim ada 16 orang,” tegas Khofifah, dalam jumpa pers di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin petang.
Lebih lanjut gubernur perempuan pertama Jatim ini menegaskan bahwa tiga orang positif covid-19 yang dipulangkan hari ini seluruhnya adalah pasien yang dirawat di RSUD dr Soetomo.
“Kami berterima kasih pada seluruh tim medis RSUD dr Soetomo yang telah memberikan layanan terbaik pada pasien kita yang terkonfirmasi positif sehingga hari ini ada yang dinyatakan sembuh 3 orang dan sudah pulang ke rumah bersama keluarga,” tegas Khofifah.
Di sisi lain, Khofifah juga menyebutkan bahwa hari ini ada tambahan pasien yang meninggal dari kasus positif Covid-19 di Jawa Timur.
Dimana 1 orang positif covid-19 di Jawa Timur menghembuskan nafas terakhir. Tepatnya yaitu kasus positif Covid-19 di Kabupaten Pamekasan.
Sehingga total kasus positif covid-19 di Jatim yang meninggal dunia ada 8 orang.
Guna menekan tingkat penyebaran virus corona di Jawa Timur, Khofifah kembali mengingatkan masyarakat untuk tinggal di rumah, menghindari keramaian dan juga tidak keluar rumah kecuali untuk kepentinggan yang tidak benar-benar penting.