Virus Corona

Sarang Covid-19 Terbesar Dunia Bukan di Wuhan? Lokasi Lain Terkuak, Ahli: Sebaiknya Tidak Main-Main

Penulis: Ani Susanti
Editor: Mujib Anwar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI Virus Corona - Dimanakah lokasi sarang virus terbanyak?

TRIBUNJATIM.COM - Ahli baru mengungkap sarang terbesar virus Corona dunia disebut bukan di Wuhan, China.

Lokasi lain sarang virus Corona atau Covid-19 dikuak.

Ahli bahkan memberi peringatan khusus di tengah pandemi Covid-19 ini.

Simak ulasannya.

Nasib Miris Perawat Viral Pakai Bikini di Balik APD, Stres Tinggi, Aliansi Dokter Bela Mati-matian

Diketahui, pandemi virus Corona yang terjadi hampir di seluruh pelosok dunia belum juga berakhir dengan tuntas.

Kasusnya sendiri masih menunjukkan pelonjakan di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Para ahli menyebut, sarang virus Corona terbesar di dunia justru diprediksi ada di lokasi yang tak terduga.

ILUSTRASI Virus Corona. (Freepik)

Seperti dilansir dari Tribunnews via Intisari ( grup TribunJatim.com ), sarang penyakit mematikan itu kelak bukan di Wuhan ( China ) atau di Amerika Serikat sebagaimana terjadi saat ini.

Seperti diketahui kasus covid-19 pertama kali terdeteksi tahun lalu di Wuhan, China.

Ahli menyebut bahwa ada tempat yang akan jadi sarang virus Corona terbesar di dunia.

Ahli justru mengungkap hutan Amazon di Brasil sebagai tempat yang berpotensi menjadi sarang virus Corona.

Hadiah Terakhir Didi Kempot ke Seika sebelum Wafat, Yan Vellia Sebut Peninggalan: Obat Roso Kangen

Hal ini diungkapkan Ahli Ekologi Brasil, David Lapola, yang memperingatkan bahwa pandemi berikutnya bisa datang dari hutan hujan tropis Amazon.

David Lapola menyebutkan bahwa penyebabnya adalah terjadi deforestasi alias perusakan hutan Amazon, Brasil yang merajalela, yang telah menghancurkan habitat hewan.

Para peneliti mengatakan urbanisasi daerah yang dulu liar, berkontribusi terhadap munculnya penyakit zoonosis- yang berpindah dari hewan ke manusia, termasuk virus Corona.

Apalagi virus Corona diyakini para ilmuwan berasal dari kelelawar sebelum ditularkan ke manusia di provinsi Hubei, yang mengalami urbanisasi.

Dory Harsa Fix Keluar? Yan Vellia Istri Didi Kempot Ekspos Formasi Baru Band Lare Jawi, Fans Kecewa

Lapola, yang mempelajari bagaimana aktivitas manusia akan membentuk kembali ekosistem hutan tropis di masa depan, mengatakan bahwa proses yang sama juga berlaku di Amazon.

"Amazon adalah tempat penyimpanan virus yang sangat besar," katanya kepada AFP dalam sebuah wawancara.

"Sebaiknya kita tidak main-main," tambah Lapola.

Hutan hujan terbesar di dunia itu menghilang dengan kecepatan yang mengkhawatirkan.

Terkuak Ancaman ke Amien Rais Jelang Soeharto Turun, Telepon Gelap & Disiram Air Keras: Menegangkan

Tahun lalu, di tahun pertama pemerintahan Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, deforestasi di Amazon Brazil melonjak 85 persen, menjadi lebih dari 10.000 kilometer persegi (3.900 mil persegi) - sebuah wilayah yang hampir seukuran Lebanon.

Tren ini sepertinya akan terus berlanjut tahun ini.

Dari Januari hingga April, 1.202 kilometer persegi dihilangkan, menetapkan rekor baru untuk empat bulan pertama tahun ini, menurut data berdasarkan gambar satelit dari National Space Research Institute (INPE) Brasil.

Itu adalah berita buruk, tidak hanya untuk planet ini tetapi untuk kesehatan manusia, kata Lapola, yang memegang gelar PhD dalam pemodelan sistem bumi dari Max Planck Institute di Jerman dan bekerja di University of Campinas di Brasil.

"Ketika Anda menciptakan ketidakseimbangan ekologis, saat itulah virus dapat melompat dari hewan ke manusia," katanya.

Hutan Amazon (RealWorld Holidays)

Pola serupa dapat dilihat dengan HIV, Ebola dan demam berdarah.

"Semua virus yang muncul atau menyebar dalam skala besar karena ketidakseimbangan ekologis," kata Lapola.

Sejauh ini, sebagian besar wabah tersebut telah terkonsentrasi di Asia Selatan dan Afrika, sering dikaitkan dengan spesies kelelawar tertentu.

Tetapi keanekaragaman hayati besar Amazon bisa menjadikan kawasan itu, "Kumpulan virus Corona terbesar di dunia," kata Lapola, merujuk pada Coronavirus secara umum, bukan yang berada di belakang pandemi saat ini.

VIRAL TERPOPULER: Tubuh Yan Vellia Istri Kedua Didi Kempot Dikomentari hingga Dory Harsa Keluar?

"Itu satu alasan lagi untuk tidak menggunakan Amazon secara tidak rasional, seperti yang kita lakukan sekarang," kata Lapola.

Dan satu alasan lagi yang perlu diwaspadai oleh lonjakan deforestasi oleh petani ilegal, penambang dan penebang, ia menambahkan.

Bolsonaro, seorang skeptis perubahan iklim yang ingin membuka tanah adat yang dilindungi untuk pertambangan dan pertanian, mengerahkan pasukan ke Amazon minggu ini untuk memerangi deforestasi, dalam suatu langkah perlindungan yang langka.

UPDATE CORONA di Nganjuk Jumat 22 Mei, 4 Kasus Baru Positif, Ada Nenek 78 Tahun Kluster Rekreasi

Tapi Lapola mengatakan dia lebih suka melihat pemerintah memperkuat badan lingkungan yang ada, IBAMA, yang telah menghadapi pengurangan staf dan anggaran di bawah Bolsonaro.

"Saya berharap di bawah pemerintahan berikutnya kita akan lebih memperhatikan melindungi apa yang mungkin menjadi harta karun biologis terbesar di planet ini," kata Lapola.

"Kita perlu menemukan kembali hubungan antara masyarakat kita dan hutan hujan," tambah Lapola.

Jika tidak, dunia menghadapi lebih banyak wabah - "proses yang sangat kompleks yang sulit diprediksi," katanya.

UPDATE Virus Corona

Sementara itu, jumlah kasus dan korban jiwa akibat penyebaran wabah virus corona di dunia masih terus bertambah.

Melansir data dari Worldometers, jumlah pasien positif Covid-19 di dunia terkonfirmasi sebanyak 5.188.656 hingga Jumat (22/5/2020).

Adapun jumlah mereka yang meninggal dunia sebanyak 334.057.

Sedangkan pasien sembuh tecatat ada 2.078.467.

Formasi Baru Band Lare Jawi Didi Kempot Diekspos Yan Vellia si Istri, Fans Kecewa Dory Harsa Keluar?

Berikut 10 besar negara dengan kasus terbanyak di dunia:

1. Amerika Serikat, 1.619.936 kasus, 96.280 meninggal dunia, 382.100 sembuh.

2. Rusia, 317.550 kasus, 3.099 meninggal dunia, 92.681 sembuh.

3. Brazil, 310.090 kasus, 20.047 meninggal dunia, 125.960 sembuh.

4. Spanyol, 280.120 kasus, 27.940 meninggal dunia, 196.960 sembuh.

5. Inggris, 250.910 kasus, 36.042 meninggal dunia.

6. Italia, 228.010 kasus, 32.486 meninggal dunia, 134.560 sembuh.

7. Perancis, 181.830 kasus, 28.215 meninggal dunia, 63.858 sembuh.

8. Jerman, 179.020 kasus, 8.309 meninggal dunia, 158.000 sembuh.

9. Turki, 153.550 kasus, 4.249 meninggal dunia, 114.990 sembuh.

10. Iran, 129.340 kasus, 7.249 meninggal dunia, 100.560 sembuh.

Perhatian Risma pada Pasien Corona Anak yang Isolasi di Asrama Haji Sukolilo: Kirim Mainan & Bacaan

Artikel ini telah tayang di Intisari dengan judul Tak Terduga, Bukan di Wuhan atau AS, Sarang Virus Corona Terbesar Dunia Ternyata di Lokasi Ini, Ahli Menyebut: Sebaiknya Kita Tidak Main-Main dan Kompas.com dengan judul Update Virus Corona di Dunia 22 Mei: 5,1 Juta Orang Terinfeksi, Peningkatan Pembalakan Liar Saat Pandemi.

Berita Terkini