Reporter: Sulvi Sofiana | Editor: Heftys Suud
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Perbanas Surabaya resmi berganti bentuk menjadi Universitas Hayam Wuruk Perbanas berdasarkan Surat Keputusan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) Nomor 126/E/O/2021 tanggal 9 April 2021.
Rektor Universitas Hayam Wuruk (UHW) Perbanas, Dr Yudi Sutarso SE MSi mengungkapkan, dengan perubahan bentuk menjadi UHW Perbanas, maka fokus studi tidak hanya fokus pada perbankan.
Namun, mulai dikembangkan dengan menambah fakultas Teknik dan Informatika.
Untuk itu, saat jni UHW perbanas memiliki dua fakultas.
Pertama, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, terdiri atas S1 Akuntansi, S1 Manajemen, S1 Eknomi Syariah, D3 Akuntansi, D3 Perbankan dan Keuangan, dan S2 Magister Manajemen.
Kedua, Fakultas Teknik dan Desain yang menaungi tiga program studi baru, yaitu: S1 Teknik Informatika, S1 Sistem Informasi, dan S1 Desain Komunikasi Visual (DKV).
Baca juga: Tip Pilih Jurusan dan Tembus Seleksi Mahasiswa Baru Jalur Mandiri Unesa, Hasil Ditentukan Ikhtiar
Pihaknya berharap, dengan berganti dari sekolah tinggi ke universitas dapat menjadi Universitas Hayam Wuruk Perbanas yang dulunya school of banking dapat berkembang ke teknik dan informatika. Karena bidang teknik ini menunjang perkembangan bisnis lewat teknologi.
"Kami punya laboratorium banking yang juga sudah kami ubah menjadi digital. Mahasiswa kalau praktik bisa secara daring juga sekarang. Ini modal besar kami menjadi fintech," ucapnya.
Ditargetkan lima atau 10 tahun ke depan mungkin Universitas Hayam Wuruk Perbanas dapat berkembang ke bisnis industri ke arah fintech.
"Jangka panjangnya kami ingin berkembang sepenuhnya universitas dengan berbagai konsentrasi program studi," katanya.
Terkait pemilihan nama universitas, dikatakan Yudi karena Hayam Wuruk adalah raja dari Majapahit yang dapat menyatukan nusantara.
"Ada spirit kejayaan di sana. Sehingga kami ingin meniru kejayaan raja Hayam Wuruk," ujarnya.
Yudi mengatakan nama Hayam Wuruk juga membawa spirit keindonesiaan yang mencerminkan orisinalitas Indonesia.
Jadi meskipun memiliki visi global, namun nilai dasar universitas tetap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila.
"Apalagi saat Hayam Wuruk memimpin Majapahit, Bhineka Tunggal Ika dilahirkan. Hal ini menjadi spirit baru bagi kami," pungkasnya.
Baca juga: Dukung Guru Ekonomi Jadi Kreatif, Dosen Perbanas Surabaya Bekali Materi Pembelajaran Digital
Sementara itu Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VII, Prof Dr Ir Suprapto DEA mengatakan Universitas Hayam Wuruk Perbanas menjadi salah satu lembaga yang berubah nama atau merger dari 15 lembaga hingga tahun 2021 ini.
"Sejak tiga tahun lalu, memang gencar perguruan tinggi berubah nama atau merger. Mulai dari Situbondo ada empat perguruan tinggi berubah menjadi satu perguruan tinggi dengan nama baru. Sementara di Perbanas ini berubah nama dan bertambah prodinya," katanya.
Soeprapto mengemukakan proses perubahan nama terbilang cepat, karena akreditasi institusi UHW saat masih STIE Berpanas sudah terakreditasi A.
Dan di Jatim dari 328 perguruan tinggi swasta (PTS), hanya ada tujuh yang terakreditasi A.
"Universitas Hayam Wuruk saat ini masih berakreditasi A, sesuai dengan lembaga yang lama. Dengan berubah menjadi universitas, yang dulunya identik dengan perbankan, akuntansi dan ekonomi syariah, sekarang berkembang ke sistem informasi dan juga desain," ucapnya.
Berita tentang Surabaya
Berita tentang Jawa Timur