Berita Lumajang

Sepi Orderan Mebel, Warga Lumajang Sulap Jalan Tegalan Jadi Pasar Jajanan Kuno, Serasa Bernostalgia

Penulis: Tony Hermawan
Editor: Dwi Prastika
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Aktivitas pasar kaget di Dusun Pasinan, Desa Karangbendo, Lumajang, Minggu (17/10/2021).

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Terjangan pandemi Covid-19 (virus Corona) menuntut orang-orang berpikir kreatif untuk bisa memulihkan ekonomi.

Tidak sedikit para pelaku bisnis yang menjajal peluang baru.

Seperti yang dilakukan warga Dusun Pasinan, Desa Karangbendo, Lumajang, Jawa Timur. Mereka mengubah jalan tegalan menjadi pasar.

Pasar ini buka hanya di setiap Minggu pagi. Bukan sembako, sayur, atau buah yang dijual, tapi aneka macam jajanan tradisional. 

Bagi orang dewasa, berburu jajanan di sini serasa bernostalgia. Apalagi pepohonan dan hamparan sawah yang menjadi latar belakang warga setempat berdagang. Rasanya benar-benar seperti berada di pedesaan.

Didik, seorang pengunjung mengaku, datang ke pasar ini membuat pikirannya terefleksi. Bahkan, dia menyebut pasar ini bisa menjadi pilihan tempat wisata keluarga ketika akhir pekan.

"Tempatnya asyik bisa buat ngumpul sama keluarga, Minggu pagi kami jalan menikmati pemandangan di sini sambil beli jajanan pasar yang sangat enak," kata Didik, Minggu (17/10/2021).

Baca juga: Cicipi Gurihnya Kepiting Bakar Asap dan Sup Palumara yang Kaya Rempah di Kapten Seafood Kediri

Jaenul Efendi, tokoh pemuda desa setempat mengatakan, ide pasar kaget ini berangkat dari keresahan warga. Sebab mayoritas warga yang merupakan pengusaha mebel merasa kesulitan menggeliatkan bisnis ketika pandemi Covid-19.

"Ini dulu bahu jalan yang gak terpakai banyak sampah dan sering digunakan untuk tempat kriminal. Lalu akhirnya kami dengan pemuda sini bersama-sama gerak membuka peluang dan alhamdulillah rata-rata setiap Minggu pedagang bisa dapat omzet Rp 300-800 ribu," ujar Jaenul.

Sementara itu, lantaran sekarang masih pandemi Covid-19, ada ketentuan khusus bagi yang ingin berkunjung ke pasar kaget ini.

Pasar hanya menerima pengunjung yang sudah divaksin Covid-19. Skrining itu akan dilakukan petugas di depan pintu masuk sebelum pengunjung memasuki area pasar.

"Kami sudah sediakan tempat scan barcode aplikasi PeduliLindungi, tempat cuci tangan, dan imbuan-imbaun yang kami pasang," tandas pria yang karib disapa Cio.