Berita Kota Blitar

Disperindag Jawa Timur Pantau Stok dan Harga Bahan Pokok di Kota Blitar Jelang Natal dan Tahun Baru

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Dwi Prastika
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Petugas UPT Perlindungan Konsumen Malang Disperindag Jawa Timur mengecek stok dan harga minyak goreng di pasar modern Hyfresh, Kota Blitar, Jumat (3/12/2021).

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Samsul Hadi

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perlindungan Konsumen Malang Disperindag Jawa Timur mengecek stok dan harga kebutuhan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru di Kota Blitar, Jumat (3/12/2021). 

UPT Perlindungan Konsumen Malang Disperindag Jawa Timur juga mensosialisasikan Permendag nomor 21 tahun 2021 tentang Pembelian Minyak Goreng Diwajibkan Kemasan. 

Dalam kegiatan itu, UPT Perlindungan Konsumen Malang yang didampingi Disperdagin Kota Blitar mengecek kebutuhan pokok di pasar modern Hyfresh di Blitar Square. 

Petugas mengecek stok, beras, gula, minyak goreng, daging, dan sayuran di pasar modern Hyfresh. 

"Kami mengawasi ketersediaan bahan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru di Kota Blitar," kata Jumadin, petugas pengawas barang beredar dan jasa UPT Perlindungan Konsumen Malang Disperindag Jawa Timur.

Dikatakannya, dari hasil pengawasan, ketersediaan bahan pokok di Kota Blitar aman untuk kebutuhan Natal dan Tahun Baru. 

"Kami juga mensosialisasikan Permendag nomor 21 tahun 2021 tentang pembelian minyak goreng diwajibkan kemasan," ujarnya. 

Menurutnya, untuk harga minyak goreng masih mengalami kenaikan. 

Harga minyak goreng di pasar modern Hyfresh masih berkisar Rp 36.000 sampai Rp 38.500 untuk kemasan 2 literan.

"Harga minyak goreng masih mengalami lonjakan, karena mengikuti penjualan internasional," katanya. 

Baca juga: Wacana Penghapusan Minyak Goreng Curah Ditentang Pedagang dan Pembeli di Tuban: Sangat Berat

Penanggung jawab Hyfresh, Kusnadi mengaku membatasi pembelian minyak goreng untuk kemasan dua liter. 

Pembelian minyak goreng kemasan dua liter dibatasi hanya dua kemasan per pembeli.

"Pembatasan pembelian minyak goreng sebenarnya sudah lama. Tapi, saat harga minyak goreng naik, kami diminta lebih hati-hati lagi," katanya. 

Dikatakannya, pembatasan pembelian minyak goreng dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya aksi borong dari masyarakat saat harga minyak goreng naik.