Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Anggota Komisi B DPRD Jatim Erma Susanti meyakini betul daerah di kawasan Mataraman Jawa Timur, memiliki potensi besar untuk menjadi pengungkit sektor perekonomian. Sehingga, Erma terus yang mendorong agar berbagai sektor potensial di kawasan tersebut terus digenjot.
"Saya optimis. Empat tahun ini saya terus berkeliling. Sebetulnya banyak potensi disana," kata Erma saat menjadi pembicara dalam Talkshow bertajuk 'Mataraman, Episentrum Baru Ekonomi Jawa Timur' yang digelar spesial HUT TribunMataraman.com yang ke-2, Senin (18/9/2023).
Erma yang merupakan anggota DPRD Jatim dapil VII yang meliputi daerah Blitar dan Tulungagung ini, hadir sebagai salah seorang pembicara. Dengan dimoderatori oleh Febby Mahendra Putra Direktur Pemberitaan Tribun Network, talkshow di Studio TribunJatim Network ini juga dihadiri oleh Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin.
Menurut Erma, potensi yang paling besar di kawasan tersebut memang di sektor pertanian dan agro. Secara umum, Jawa Timur memang menjadi lumbung pangan nasional. Dalam kacamata Erma, hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang.
Tantangan ke depan adalah sektor pangan yang bisa jadi terpengaruh geopolitik global dan pengaruh ketidakpastian iklim dan cuaca. Pada kondisi demikian, ini menjadi peluang lantaran Jawa Timur sebagai lumbung pangan.
"Peluang dengan meningkatkan lagi produktivitasnya. Baik padi, jagung, apapun itu ditingkatkan. Termasuk juga distribusinya hingga pemasaran dan kerjasama dengan daerah lain. Agar di sektor agro ini memberikan dampak besar dan PDRB kita semakin meningkat," ujarnya.
Erma termasuk yang percaya bahwa potensi daerah juga tergantung kejelian kepala daerah dalam menilik potensi. Tidak sepenuhnya bergantung pada kekayaan alam. Misalnya, memaksimalkan anggaran APBD untuk peningkatan potensi.
"APBD yang terbatas itu benar-benar diarahkan untuk menjadi daya ungkit pertumbuhan ekonomi. Kedua, memang bergantungnya pemimpinnya dalam membangun akses-akses. Tidak hanya di pemerintahan, namun juga private sector dan swasta," ujarnya.
Politisi PDI Perjuangan itu juga mendorong agar Pemprov juga melihat potensi di daerah selatan Jawa Timur. Tujuannya agar memangkas ketimpangan dengan daerah lain. Berbagai upaya perlu terus diarahkan dalam usaha recovery ekonomi pasca pandemi Covid-19.