Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional tahun ini dijadikan momentum Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk blak-blakan soal angka penyalahgunaan narkoba di Indonesia.
Jawa Timur dikabarkan menjadi penyumbang kasus terbanyak nomor dua secara nasional.
Rangking tersebut Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Imam Sugianto menyanggah.
"Kalau dikatakan sini (Jawa Timur) terbesar, saya belum punya data. Tapi enggak itu. Jangan percaya," kata Irjen Pol Imam Sugianto.
Sanggahan itu diutarakan Imam saat menghadiri lomba e-sport di Hotel Novotel, Kedung Baruk, Surabaya, pada 26 Juni malam.
Baca juga: Ada 3 Wilayah yang Jadi Atensi Kapolda Jatim dalam Penyelenggaraan Pilkada Serentak, Sering Gejolak
Komentar itu muncul beberapa jam setelah BNNP Jawa Timur mengungkapkan bahwa setiap tahun, jumlah kasus di Jawa Timur mencapai 5.000-6.000 kasus.
Sosok yang pernah menjadi ajudan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu lantas menjelaskan dasar kuat mengapa predikat yang disematkan oleh BNNP Jatim diyakini keliru.
Kepolisian selama ini tak pernah padam menggelorakan memerangi peredaran narkoba. Terbaru, Polda Jatim sekarang sedang mengungkap sindikat narkoba yang diyakini nantinya bisa membuat masyarakat terkejut.
"Kami sedang mengejar target (sindikat) yang Insya Allah nanti akan cukup membuat kita kaget, jaringannya karena memang tanpa batas," ujarnya.
Lantaran masih proses ungkap, orang nomor satu di Polda Jawa Timur tersebut tak memberikan penjelasan lebih detail seperti apa gambaran sindikat yang akan diungkap. Semua masih dirahasiakan.
Ia berharap semua stakeholder maupun masyarakat ikut berkolaborasi bersama kepolisian untuk ikut memerangi narkoba.
Baca juga: Kapolda Jatim Resmikan Sumur Bor di Ponorogo, Mengairi Kawasan yang Rawan Kekeringan
"Kemudian yang saya harapkan itu ketika ada upaya pencegahan, semua stakeholder mau untuk peduli. Kita berkolaborasi dan berpartisipasi supaya anak-anak kita terutama yang SMA, SMP, bahkan SD. Ayo betul-betul kita bentengi," ucapnya.
Jebolan Akpol tahun 1990 tersebut mencotohkan apa saya yang bisa dilakukan agar anak-anak muda tidak mengenal narkoba. Ruang kreativitas untuk mewadahi bakat generasi-generasi muda perlu diperbanyak.
Ditambah lagi, melakukan penyuluhan ke sekolah-sekolah hingga desa-desa agar para generasi muda mengetahui macam-macam risiko akibat mengonsumsi zat narkotika.