Berita Viral

Unggahan Terakhir Septian Eka Rahmadi Mahasiswa UGM sebelum Tenggelam saat KKN, Ayah Curhat Pilu

Penulis: Alga
Editor: Mujib Anwar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TEWAS SAAT KKN - Septian Eka Rahmadi, mahasiswa UGM yang tewas tenggelam di Laut Maluku Tenggara saat KKN-PPM

TRIBUNJATIM.COM - Septian Eka Rahmadi adalah salah satu mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) dari dua korban tewas saat KKN di Maluku Tenggara.

Sebelum insiden tragis perahu tenggelam terjadi, Septian sempat mengunggah postingan terakhirnya.

Septian sempat menulis tentang pengabdian selama mengikuti KKN di sana.

Baca juga: Bukan Malapraktik, Terungkap Penyebab Ibu Lumpuh Total usai Operasi Caesar Anak ke-4 di RSUD

Pada 23 Juni 2025 lalu, ia memposting sejumlah foto perjalanan dari Yogyakarta menuju ke Ambon.

"Memulai kegiatan pengabdian ke Timur Indonesia

Dokumentasi perjalanan dua hari, Jogja-Surabaya-Makassar-Ambon-Langgur (Pulau Kei Kecil)," tulisnya di Facebook, melansir Tribun Sumsel.

Foto tersebut juga menjadi postingan terakhir Septian.

Kepergian Septian meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga, salah satunya sang ayah.

Ayah Septian, Dwi Harjanto, mengaku sedih setelah mendengar kabar anaknya tewas tenggalam.

Dwi tak menyangka putranya tewas tenggalam saat KKN di Maluku.

Ia bahkan tak tahu anaknya naik perahu tersebut.

Rasa duka semakin mendalam setelah pihak dosen dan civitas akademika UGM mengonfirmasi bahwa sang anak sempat ditemukan dan dilarikan ke rumah sakit usai tenggelam.

"Saya masih syok berat dan sedih," tutur Dwi dengan suara terisak saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan WhatsApp pada Rabu (2/7/2025).

"Anak saya tidak menyampaikan kabar apapun bahwa akan menaiki perahu untuk angkut pasir di lokasi KKN," imbuhnya.

Septian Eka Rahmadi, mahasiswa UGM yang tewas tenggelam di Laut Maluku Tenggara. Saat kejadian, longboat yang mengangkut rombongan mahasiswa UGM dihantam gelombang tinggi di perairan Pulau Wahru, Kabupaten Maluku Tenggara, Selasa (1/7/2025). (Instagram/kknugm.yogyakarta - Facebook/Septian Eka Rahmadi)

Dwi menceritakan, ia mendapat kabar duka pertama kali dari teman sang anak yang merupakan alumni SMAN 1 Sumbawa.

"Iya. Kabar duka pertama kali disampaikan teman anak saya alumni SMAN 1 Sumbawa," kata Dwi.

Dwi mengatakan bahwa jenazah putranya diperkirakan akan tiba di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid (Bizam), Lombok, pada Kamis (3/7/2025) pukul 07.15 WITA.

Kemudian jenazah akan dibawa ke kampung halaman di Sumbawa melalui jalur darat dan laut menggunakan ambulans.

"Insyaallah jenazah anak saya besok siang tiba," ungkap Dwi.

Sementara, Kepala Basarnas Ambon, Muhamad Arafah, menyatakan bahwa korban Septian Eka Rahmadi sempat ditemukan dalam kondisi hidup. 

Ia segera dilarikan ke rumah sakit, namun sayangnya nyawa mahasiswa berprestasi itu tidak tertolong. 

"Waktu dievakuasi masih hidup lalu dilarikan ke rumah sakit, tak lama korban meninggal dunia," ujar Arafah.

Septian Eka Rahmadi berasal dari Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. 

Kepergiannya menjadi kehilangan besar, tak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat yang mengenalnya.

Baca juga: 10 Pengemis Ditangkap Satpol PP, Dapat Rp100.000 dalam 2 Jam Manfaatkan Grebeg Suro: 4 Pemain Lama

Diketahui, Septian merupakan mahasiswa Program Studi Teknologi Informasi, Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik UGM.

Direktur Pengabdian kepada Masyarakat (DPKM) UGM, Rustamadji mengatakan, peristiwa terjadi ketika tujuh mahasiswa UGM bersama lima warga lokasi sedang mengambil pasir di Pulau Wahru untuk kegiatan Revitalisasi Terumbu Karang dengan metode Artificial Patch Reef (APR).

Menurutnya, mereka berangkat menggunakan dua speedboat pukul 11.00 WIT.

Saat perjalanan kembali, perahu terbalik dihantam gelombang pasang dan angin kencang.

Ia mengatakan, atas kejadian ini, lima mahasiswa UGM selamat, satu meninggal dunia dan satu masih dalam pencarian.

"Kami terus melakukan upaya koordinasi maksimal dalam proses pertolongan dan pencarian untuk korban yang belum ditemukan," kata Rustamadji.

Dilihat dari akun Facebooknya, Septian Eka Rahmadi merupakan lulusan SDN 2 Sumbawa Besar dan SMPN 1 Sumbawa Besar.

Ia juga sekolah di SMA Negeri 1 Sumbawa Besar dan kini tinggal di Yogyakarta.

Septian Eka Rahmadi mahasiswa KKN-PPM UGM yang tenggelam dan meninggal. Nampak foto saat menjadi relawan kemanusiaan kebakaran 75 rumah di Desa Baturotok. (Kompas.com/Rusdianto)

Diberitakan, insiden yang menimpa rombongan tim KKN ini terjadi di Ohoi (Desa) Debut, Kecamatan Manyeuw, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Maluku, Selasa (1/7/2025).

Kapal jenis longboat yang ditumpangi para mahasiswa terbalik di perairan Pulau Wahru, Ohoi Debut, setelah dihantam gelombang tinggi.

Seorang warga Ohoi Debut, Getruda menceritakan, saat kejadian, total penumpang di longboat ada sekitar 12 orang.

"Penumpang terdiri dari 12 orang dengan rincian tujuh mahasiswa Universitas Gajah Mada, sedangkan lima orang merupakan warga Ohoi Debut," kata Getruda, dikutip dari Tribun Ambon.

Ia menuturkan, rombongan mahasiswa dan warga sekitar berangkat mengambil material pasir di Pulau Wahr sejak pagi sekira pukul 10.00 WIT.

"Mereka berangkat dari pagi, di tengah perjalanan pulang sekitar pukul 14.00 WIT, dihantam cuaca ekstrem ombak dan gelombang tinggi," tuturnya.

Usai kejadian itu, kata dia, korban mahasiswa UGM dirujuk ke RSUD Karel Sadsuitubun Langgur, sementara satu korban lainnya ditangani di RS Hati Kudus Langgur.

Baca juga: Hasil Audit BPKP Ungkap Kecurangan 2 Pegawai Bank BUMN Raup Rp3,59 M, Berkomplot Bersama 2 Nasabah

Berikut daftar nama mahasiswa UGM dalam kejadian tenggelam di Laut Maluku Tenggara:

Septian Eka Rahmadi, 22 Tahun, Islam, Mahasiswa KKN UGM, Desa Brangbiji, Kec Sumbawa, Kab Sumbawa, Prov Nusa Tenggara Barat (Meninggal Dunia).

Bagus Adi Prayog, 21 Tahun, Islam, Mahasiswa KKN UGM (Hilang/Masih dalam pencarian).

Selamat:

Ridwan Rahadian Wijaya, 21 Tahun, Islam, Mahasiswa KKN UGM (Sesak nafas akibat drawing/tenggelam).

Muhamad Arva Sagraha, 21 Tahun, Islam, Mahasiswa KKN UGM (Sesak nafas akibat drawing/tenggelam).

Afifudin Baliya, 21 Tahun, Islam, Mahasiswa KKN UGM, Semarang, Prov Jawa Tengah (Sesak nafas akibat drawing/tenggelam).

Daeren Sakti Hermanu, 21 Tahun, Islam, Mahasiswa KKN UGM, Semarang, Prov Jawa Tengah (pusing).

Pratista Halimawan, 22 Tahun, Islam, Mahasiswa KKN UGM, Jogjakarta, Prov DIY (Pusing dan Mual).

Berita Terkini