Pemberantasan Beras Oplosan

Perang Lawan Beras Oplosan Tak Berdampak Signifikan pada Penggilingan Padi di Kota Batu

Penulis: Dya Ayu
Editor: Sudarma Adi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

LAHAN PADI - Hamparan sawah di Pendem Kecamatan Junrejo Kota Batu yang ditanami padi. Selain untuk dijual, petani menanam padi untuk konsumsi pribadi

Poin Penting:

  • Dampak Minim: Perang melawan beras oplosan tidak memberikan dampak signifikan terhadap usaha penggilingan padi di Kota Batu.
  • Alasan: Sebagian besar petani di Kota Batu menggiling padi untuk konsumsi pribadi karena minimnya lahan persawahan.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Dya Ayu

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Pemerintah pusat kini tengah ‘getol’ memerangi praktik curang beras oplosan yang dilakukan para pengusaha beras kelas kakap.

Menteri Pertanian mengklaim upaya yang dilakukan pemerintah dapat menguntungkan para pedagang beras kecil di daerah-daerah yang selama ini kalah bersaing dengan pedagang beras besar.

Nyatanya menurut tempat penggilingan beras yang ada di Pendem Kecamatan Junrejo Kota Batu, santernya perbincangan soal pemerintah pusat tengah memerangi beras oplosan itu tak begitu berdampak terhadap usahanya ataupun para pedagang beras yang ada di sana.

Baca juga: Cuaca Jatim Selasa 12 Agustus 2025 Berawan Tapi Panas, Kediri dan Kota Batu Diprediksi Hujan

“Stabil dan landai-landai saja di sini (Kota Batu,red). Tidak ramai juga (yang giling padi,red),” kata Nadi saat ditemui Tribun Jatim Network, Rabu (13/8/2025).

Nadi mengatakan selama ini ditempat penggilingannya kebanyakan petani datang menggilingkan beras untuk dikonsumsi dan sebagian dijual, sebab di Kota Batu sawah yang ditanami padi terbilang minim.

“Di Batu yang banyak ditanami padi ya di Pendem Junrejo ini. Kalau petani sendiri biasanya giling untuk mereka makan dan sisanya baru dijual, itupun tidak banyak jumlahnya. Jadi di sini tidak begitu berdampak soal beras oplosan karena mereka makan beras hasil panen,” jelasnya.

Meski tak begitu terasa dampaknya, namun Nadi berharap pemerintah tetap memerangi beras oplosan, karena masyarakat telah mengeluarkan uang dengan nominal lebih untuk membeli beras premium, namun yang didapatkan beras kualitas premium yang di oplos.

Berita Terkini