Berita Viral

Bantu Ambil Layangan Nyangkut di Pohon, Bocah 11 Tahun Malah Ditendang Sekdes

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BOCAH DITENDANG SEKDES - Bocah 11 tahun dianiaya oleh oknum aparat desa di Kalobba, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Jumat (22/8/2025). Bocah tersebut dituding curi layangan anaknya.

TRIBUNJATIM.COM - Niat membantu, seorang bocah berusia 11 tahun justru mendapat tendangan dari oknum aparat desa.

Bocah 11 tahun tersebut bahkan dituding mencuri layangan.

Bocah tersebut dianiaya oleh oknum aparat desa di Kalobba, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Jumat (22/8/2025).

Korban, siswa kelas V SD, ditendang Sekretaris Desa (Sekdes) Kalobba berinisial MK.

Peristiwa bermula saat korban terlibat perselisihan dengan anak terduga pelaku saat bermain layangan.

Layangan anak pelaku tersangkut di pohon, lalu korban mencoba membantu mengambilnya.

Namun, anak pelaku justru mengadu bahwa layangannya dicuri.

Saat korban melintas di depan rumah MK, ia langsung ditendang.

“Dikira layangan anaknya dicuri, pas lewat di depan rumahnya adik saya ditendang bagian pinggang,” kata Eva, kakak korban, kepada Tribun Timur, Kamis (28/8/2025).

Baca juga: Gara-gara Ikutan Tantangan Viral Mainan Squishy di TikTok, Bocah 7 Tahun Koma

Lapor Polisi

Akibat tendangan itu, korban mengalami lebam di bagian pinggang dan dilarikan ke puskesmas.

“Lebam pinggannya dan dirawat di puskesmas,” ujarnya.

Keluarga korban melaporkan kejadian ini ke polisi.

Kanit PPA Satreskrim Polres Sinjai, Ipda Irman membenarkan terduga pelaku telah diamankan.

“Sudah diamankan,” ujarnya singkat.

Ia menambahkan, kasus ini masih dalam tahap pemeriksaan. 

BOCAH DITENDANG SEKDES - Bocah 11 tahun dianiaya oleh oknum aparat desa di Kalobba, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Jumat (22/8/2025). Bocah tersebut dituding curi layangan anaknya. (Tribun Timur/Muh Ainun Taqwa)

Sosok Sekdes Kalobba

Sekretaris Desa (Sekdes) Kalobba, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, berinisial MK, kini diamankan polisi usai diduga menendang bocah 11 tahun.

Peristiwa ini terjadi Jumat (22/8/2025) dan telah memicu reaksi publik.

Menurut Kepala Desa Kalobba, Taufik, MK dikenal sebagai sosok yang rajin dan berdedikasi dalam bekerja.

“Kalau pekerjaannya sebagai Sekdes sangat baik. Dia sangat pekerja keras,” kata Taufik kepada Tribun Timur, Kamis (28/8/2025).

Namun, Taufik menyayangkan tindakan MK terhadap anak di bawah umur.

Ia mengaku telah mencoba melakukan mediasi.

“Langkah mediasi sudah kami tempuh, tapi belum ada titik terang. Saya serahkan kepada APH untuk menindaklanjuti,” ujarnya.

Baca juga: Apes Pria Diduga Culik Bocah Pakai Sepeda, Ngaku Khawatir, Rumahnya Dirusak Warga yang Ngamuk

Kasus serupa

Sebuah video guru SMP tendang siswa sambil berdiri di atas meja viral di media sosial.

Peristiwa ini disebut terjadi di Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Alasan si guru melakukan hal tersebut.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Demak pun angkat bicara.

Video berdurasi singkat itu diunggah oleh akun Instagram @tkpdemak pada Rabu (11/6/2025) dan telah ditonton ribuan kali, melansir dari TribunJateng.

Dalam video terlihat seorang pria, yang disebut sebagai guru, berdiri di atas meja sambil memarahi seorang siswa yang duduk di depannya. 

Guru tersebut kemudian terlihat menendang kepala siswa sebanyak dua kali.

Menurut keterangan unggahan tersebut, peristiwa terjadi di SMP Negeri 1 Karangawen, Demak.

Guru yang bersangkutan diketahui berinisial D dan mengajar mata pelajaran IPA.

Sementara siswa yang ditendang disebut berinisial G.

Baca juga: Cerita Kades Wardi soal Ibu Bocah yang Meninggal karena Cacingan Bohong, Dedi Mulyadi: Dia TBC

Dalam unggahan disebutkan bahwa guru D diduga menendang siswa G karena mengira siswa tersebut bersiul saat sedang mengerjakan tes.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak, Haris Wahyudi Ridwan, membenarkan adanya laporan terkait kejadian tersebut.

Ia mengatakan telah menugaskan tim untuk menindaklanjuti kasus ini.

“Sudah saya turunkan tim pagi ini untuk klarifikasi dan konfirmasi ke sekolah,” ujar Haris saat dikonfirmasi, Rabu (11/6/2025).

Haris menyatakan belum bisa menyampaikan lebih lanjut terkait motif tindakan guru tersebut karena proses klarifikasi masih berlangsung.

“Saya belum bisa menjelaskan karena tim turun belum selesai,” tambahnya.

Haris menegaskan akan ada tindak lanjut secara administrasi terhadap oknum guru yang menendang muridnya.

"Akan kami tindak lanjut secara administrasi," tegasnya.

Setelah viral, guru SMP di Demak yang tendang kepala siswa dari atas meja itu ditindaklanjuti oleh Disdikbud.

Kasatreskrim Polres Demak, AKP Kuseni, menjelaskan bahwa insiden terjadi pada Selasa (10/6/2025), saat DM bertugas sebagai pengawas ujian di dalam kelas dan mendengar suara siulan.

"Pelaku menuju ke arah korban untuk menanyakan sumber siulan tersebut," jelas Kuseni dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (11/6/2025) malam.

Menurut keterangan, si guru awalnya mendengar suara siulan berulang dari dalam ruang ujian. GAM kemudian menjelaskan bahwa suara berasal dari luar kelas.

Guru DM lantas naik ke atas meja di depan korban untuk melihat ke luar melalui ventilasi, namun tidak menemukan siapa pun.

Ia kembali bertanya kepada siswa, dan GAM menegaskan bahwa dirinya tidak bersiul.

"Korban dengan tegas menjawab dirinya tidak bersiul sehingga pelaku marah dan menendang korban sebanyak dua kali," kata Kuseni.

Setelah kejadian tersebut, pihak kepolisian segera mengamankan DM. Guru tersebut disebut telah mengakui perbuatannya dan menyatakan penyesalan.

"Dibenarkan pelaku dirinya melakukan tindak kekerasan terhadap siswanya dan siap bertanggung jawab atas perbuatannya," ujar Kuseni.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews Tribunjatim.com

Berita Terkini