Dampak Rupiah Melemah
Rupiah Semakin Anjlok, Penjual Sparepart Motor di Blitar Ikut Terdampak, Penjualan Turun
Penjual sparepart atau suku cadang sepeda motor di Blitar ikut terdampak dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Januar
Ringkasan Berita:
- Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menyebabkan harga suku cadang (sparepart) sepeda motor di Kabupaten Blitar naik sekitar 5–10 persen, terutama untuk produk impor yang mendominasi hingga 80–90 persen stok penjualan.
- Kenaikan harga paling terasa pada ban, komponen berbahan plastik, dan oli. Harga ban naik sekitar Rp10.000–Rp20.000 per unit, sementara harga oli meningkat hingga 15–20 persen sehingga beberapa penjual memilih mengurangi atau menghentikan stok sementara.
Laporan wartawan TribunJatim.com, Samsul Hadi
TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Penjual sparepart atau suku cadang sepeda motor di Blitar ikut terdampak dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.
Akibat nilai tukar rupiah melemah, hampir semua harga suku cadang sepeda motor naik kisaran 5 persen sampai 10 persen.
Kenaikan harga sparepart otomatis membuat penjualan suku cadang ikut turun.
Seperti disampaikan, Andri Siswanto (28), pemilik toko sparepart dan variasi di Kelurahan/Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Selasa (9/6/2026).
Andri mengatakan, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS sangat berpengaruh dengan harga sparepart.
Baca juga: Pedagang Daging Sapi di Kediri Cemas Pembeli Makin Berkurang, Waspadai Dampak Pelemahan Rupiah
Apalagi, mayoritas sparepart yang dijual Andri, barangnya impor atau didatangkan dari luar negeri.
"Hampir 80-90 persen sparepart yang saya jual, barangnya impor. Ketika rupiah melemah otomatis harganya naik. Kenaikannya antara 5-10 persen," kata Andri.
Menurutnya, jenis sparepart yang harganya naik paling tinggi yang berbahan plastik, ban, dan oli.
Harga sparepart mulai naik secara bertahap sejak pasca Lebaran 2026.
Ketika harga plastik naik, harga sparepart secara berlahan terus ikut naik.
"Harga ban naik Rp 10.000-Rp 20.000 per biji. Harga jual ban yang sebelumnya Rp 250.000, sekarang menjadi Rp 265.000 sampai Rp 270.000," ujarnya.
Terbaru, kata Andri, harga oli sepeda motor juga naik lumayan tinggi. Harga oli naik sekitar 15 persen sampai 20 persen.
"Untuk sementara, stok oli saya kosongkan dulu. Karena harganya terus naik dan penjualannya turun. Saya fokus sparepart dan variasi dulu," katanya.
| Harga Kemasan Naik, Usaha Katering di Tulungagung Pilih Kurangi Ukuran Porsi Agar Tak Merugi |
|
|---|
| Pedagang Daging Sapi di Kediri Cemas Pembeli Makin Berkurang, Waspadai Dampak Pelemahan Rupiah |
|
|---|
| Pedagang Sambat Harga Bawang Putih Naik Jadi 36 Ribu, Pembeli Turun di Pasar Basah Trenggalek |
|
|---|
| Rupiah Remuk di Era Prabowo, Ukuran Tempe di Bangkalan Semakin Tipis, Harga Kedelai Impor Meroket |
|
|---|
| Demi Pelanggan Tetap Bertahan, Penjual Nasi Bungkus di Jember Putar Otak Hadapi Harga Mahal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/RUPIAH-MELEMAH-Andri-sedang-berada-di-toko-sparepart-dan-variasi-sepeda-motor.jpg)