Kades Sering Bolos Didemo Warga, Ambulans Dibutuhkan Malah Dibawa ke Luar Kota

Warga Desa Marongsari, Wonosobo, Jawa Tengah melakukan aksi protes terhadap Kepala Desa Suko Nuryanto akibat buruknya pelayanan publik.

Tayang:
Tribun Banyumas/Imah Masitoh
SPANDUK PROTES - Warga memasang sejumlah spanduk di tembok Balai Desa Marongsari, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Senin (8/6/2026). Warga melakukan aksi protes terhadap Kepala Desa Suko Nuryanto akibat buruknya pelayanan publik. Kekecewaan memuncak setelah ambulans desa dibawa ke luar kota saat dibutuhkan untuk keadaan darurat medis. 

Ringkasan Berita:
  • Warga Desa Marongsari, Wonosobo, Jawa Tengah melakukan aksi protes terhadap Kepala Desa Suko Nuryanto akibat buruknya pelayanan publik.
  • Kekecewaan memuncak setelah ambulans desa dibawa ke luar kota saat dibutuhkan untuk keadaan darurat medis.
  • Kepala Desa dinilai sering tidak hadir di kantor sejak Mei 2026 sehingga menghambat jalannya pemerintahan desa.

 

TRIBUNJATIM.COM - Kekecewaan warga Desa Marongsari, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah terhadap Kepala Desa Suko, Nuryanto akhirnya memuncak.

Warga memasang spanduk berisi kritik di depan kantor desa dan menuliskan berbagai protes di area gapura sebagai bentuk keresahan mereka.

Keluhan warga tidak hanya terkait pelayanan publik, tetapi juga menyangkut penggunaan ambulans desa serta minimnya kehadiran kepala desa di kantor pemerintahan.

Situasi yang memanas membuat Pemerintah Kecamatan Sapuran turun tangan.

Dialog antara warga, perangkat desa, dan pihak kecamatan digelar untuk menampung aspirasi serta mencari solusi atas berbagai persoalan yang terjadi.

Salah satu pemicu utama kemarahan warga terjadi pada Jumat (5/6/20260 malam.

Baca juga: Warga Ngeluh Tenda Hajatan Pak Kades di Banyuwangi Tutup Jalan Nasional

Ambulans Dibutuhkan Malah Dibawa ke Luar Kota

Saat itu, ambulans desa yang dibutuhkan untuk keperluan medis darurat tidak berada di lokasi siaga.

Sekretaris Desa Marongsari Danang Arfianto, mengatakan, warga sempat mendatangi rumah kepala desa untuk mencari keberadaan ambulans tersebut. 

Setelah menghubungi anak kepala desa melalui telepon, diketahui kendaraan itu berada di kawasan SPBU Silento.

"Ketika masyarakat mau menggunakan, ambulans itu tidak ada di rumah Kades. Itu awal-awalnya memicu kemarahan dari warga Marongsari," kata Danang dilansir dari Tribun Jateng, Senin (8/6/2026).

Kondisi tersebut membuat warga semakin kecewa karena ambulans yang seharusnya siap melayani masyarakat justru berada jauh dari lokasi. 

Untuk memastikan kendaraan kembali tersedia bagi kebutuhan darurat, kepala dusun kemudian mengambil ambulans menggunakan kunci cadangan dan membawanya pulang ke desa.

Baca juga: Aneh, Pj Kades di Lumajang Mendadak Hilang Saat Dilantik, Dispemades: Karena Beban 

Kades Sering Bolos

Selain persoalan ambulans, warga juga menyoroti kehadiran Suko yang dinilai sangat minim dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Danang mengungkapkan, berdasarkan catatan kehadiran, Suko terakhir datang ke kantor desa pada 2 Mei 2026.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved