Pemkab Pasuruan Luncurkan Klinik Pesantren Percontohan, Hubungkan Akses Santri & Beasiswa Kesehatan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan mulai merealisasikan salah satu program prioritas di bidang kesehatan dengan bangun klinik kesehatan pondok pesantren
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Sudarma Adi
Ringkasan Berita:
- Program Prioritas: Penguatan sektor kesehatan di lingkungan pesantren resmi direalisasikan Pemkab Pasuruan sebagai bagian dari 33 program prioritas daerah.
- Pilot Project: Pondok Pesantren Besuk dipilih menjadi lokasi pertama sekaligus proyek percontohan (pilot project) layanan kesehatan berbasis pesantren di Kabupaten Pasuruan.
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Galih Lintartika
TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN – Pemerintah Kabupaten Pasuruan resmi memulai babak baru dalam penguatan klaster kesehatan di lingkungan keagamaan.
Langkah ini ditandai dengan realisasi pembangunan klinik kesehatan pondok pesantren yang dipusatkan di Pondok Pesantren Besuk sebagai percontohan (pilot project) perdana di Kabupaten Pasuruan.
Program ini bukan sekadar pembangunan fisik semata, melainkan manifestasi dari komitmen 33 program prioritas daerah yang digagas oleh jajaran eksekutif Pemkab Pasuruan guna menyentuh basis masyarakat terkecil secara merata.
Wakil Bupati Pasuruan, KH Shobih Asrori, mengutarakan bahwa pesantren di era modern tidak boleh hanya dipandang sebagai sentra pendidikan moral dan keagamaan, melainkan juga harus menjelma sebagai ekosistem yang mandiri secara sanitasi dan pelayanan kesehatan.
Baca juga: Kalahkan Bolsel FC, Pasuruan United Puncaki Klasemen Grup N Piala Presiden 2026
“Program kesehatan pondok pesantren menjadi salah satu atensi utama pemerintah daerah. Untuk tahap awal, Pondok Pesantren Besuk akan menjadi percontohan pembangunan klinik kesehatan pesantren,” terang Gus Shobih di Pasuruan, Selasa (9/6/2026).
Kucurkan Dana Rp900 Juta, Klinik Dipimpin oleh ASN
Demi menyukseskan infrastruktur medis ini, Pemkab Pasuruan mengalokasikan anggaran daerah sebesar Rp900 juta pada tahun anggaran berjalan untuk mendirikan gedung poliklinik representatif di kawasan pesantren.
Gus Shobih menjelaskan, skema operasional klinik kesehatan pesantren dirancang setara dengan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) atau puskesmas pembantu umum. Untuk menjamin profesionalitas pelayanan, tata kelola manajemen klinik dipastikan akan terintegrasi langsung dengan Dinas Kesehatan.
“Kepala kliniknya nanti tetap kami tempatkan dari unsur Aparatur Sipil Negara (ASN) bidang kesehatan. Fasilitas obat-obatan dan standarisasi pelayanannya sama seperti klinik pada umumnya, sehingga legal dan bisa dimanfaatkan optimal oleh ribuan santri sekaligus warga yang bermukim di sekitar pondok,” imbuhnya.
Sinergi Hulu-Hilir dengan Beasiswa Kesehatan Santri
Hal menarik dari program inovasi Pemkab Pasuruan ini adalah interkoneksi program yang berkelanjutan dari hulu ke hilir. Pembangunan klinik fisik di hilir, sengaja dikawinkan dengan program beasiswa kedokteran dan kesehatan yang rutin dikucurkan Pemkab bagi putra-putri daerah di sektor hulu.
Pemerintah daerah memfasilitasi pemuda berbakat dari kalangan santri untuk menempuh pendidikan tinggi kesehatan melalui jalur beasiswa penuh. Skenarionya, pasca-menyelesaikan studi kedokteran atau keperawatan, para lulusan beasiswa daerah tersebut diberikan ruang pengabdian utama di klinik-klinik pesantren ini.
“Hulunya kami intervensi dan siapkan melalui beasiswa. Setelah mereka lulus, mereka kembali ke daerah untuk mengabdi di klinik kesehatan pesantren yang kami bangun ini. Antara penyiapan kuantitas SDM lokal dengan fasilitas layanannya terhubung secara otomatis,” urai Gus Shobih mendalam.
Melalui model ekosistem yang mandiri dan sirkular tersebut, Pemkab Pasuruan optimistis kualitas kesehatan para santri dapat terpantau secara berkala tanpa perlu terkendala jarak geografis, sekaligus menjadi motor penggerak pemerataan akses kesehatan darurat bagi masyarakat perdesaan di Kabupaten Pasuruan.
klinik kesehatan
Ponpes
Pondok Pesantren Besuk
Pemkab Pasuruan
Wakil Bupati Pasuruan HM Shobih Asrori
Pasuruan
TribunJatim.com
| Pendapatan Jombang Lampaui Target, APBD 2025 Sisakan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Rp332 M |
|
|---|
| Viral Terpopuler: Daftar 10 Menteri Potensi Dievaluasi Hingga Camat Mengamuk Nilai Anaknya Rendah |
|
|---|
| Kekayaan dan Isi Garasi Agustina Arumsari yang Resmi Menjadi Wakil Kepala BGN |
|
|---|
| Dokter Spesialis Miris Nakes RSUD dr Koesnadi Korban Pemukulan Keluarga Pasien Diminta Damai |
|
|---|
| Anggaran Belum Cair, Pembagian MBG di Bondowoso Macet Gegara Terkendala Masalah Administrasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Wabup-Pasuruan-KH-Shobih-Asrori.jpg)