PWI Probolinggo Tekankan Pentingnya Ruang Dialog Lewat Nobar Pesta Babi

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Probolinggo Raya menggelar pemutaran atau Nonton Bareng (Nobar) film dokumenter 'Pesta Babi'

Tayang:
Penulis: Ahsan Faradisi | Editor: Ndaru Wijayanto
Istimewa/PWI Probolinggo
NOBAR : Suasana nobar film dokumenter Pesta Babi yang digelar PWI Probolinggo Raya sekaligus dialog kebangsaan, Minggu (24/5/2025). Acara ini juga diikuti puluhan personel TNI.  

 

Ringkasan Berita:
  • PWI Probolinggo Raya menggelar nobar film dokumenter Pesta Babi yang dikemas dalam dialog kebangsaan.
  • Kegiatan diikuti wartawan, mahasiswa, aktivis, dan pegiat organisasi masyarakat.
  • Diskusi menyoroti pentingnya memahami konteks informasi secara utuh di tengah maraknya potongan konten media sosial.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Ahsan Faradisi

TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Probolinggo Raya menggelar pemutaran atau Nonton Bareng (Nobar) film dokumenter 'Pesta Babi', Minggu (24/5/2026).

Kegiatan dikemas dengan konsep dialog kebangsaan itu diikuti sejumlah elemen. Mulai dari Wartawan yang tergabung dalam PWI, mahasiswa, Aktivis hingga pegiat organisasi masyarakat.

"Film ini sangat menarik, karena menyajikan banyak lapisan cerita. Ada tesis, antitesa lalu penonton diajak mencari sintesa sendiri. Jadi bukan sekedar melihat siapa yang benar atau salah," kata pemandu acara, Eko Hardianto.

Dokumenter semacam ini, menurut Eko, sangat penting sebagai bahan refleksi bersama. Terutama di tengah situasi masyarakat yang mudah terprovokasi atau terpengaruh potongan di media sosial. 

"Kadang kita menerima isu secara cepat tanpa paham konteks utuhnya. Film dokumenter seperti ini bisa jadi ruang belajar agar bisa lebih bijak dalam melihat persoalan kebangsaan," ungkapnya.

Sementara Ketua PWI Probolinggo Raya, Babul Arifandhie mengatakan, jika forum semacam itu sangat penting untuk menjaga budaya diskusi di tengah masyarakat.

Baca juga: Film Pesta Babi Jadi Kuliah Tamu di FISIP Unej, Mayoritas yang Datang Bukan Mahasiswa

"Kegiatan seperti ini bagus karena menghadirkan ruang dialog yang sehat. Kita bisa belajar mendengar pandangan yang berbeda tanpa harus saling menyalahkan," tutur Babul.

Pers sendiri, menurut Babul, bukan hanya bertugas untuk menyampaikan suatu informasi, tapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga suasana kebangsaan tetap sejuk dan terbuka terhadap diskusi.

"Indonesia besar dan beragam. Karena itu, ruang dialog harus tetap dijaga supaya masyarakat bisa melihat persoalan lebih jernih," pungkasnya

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved