Pelecehan di Ruang Publik

Ditres PPA-PPO Polda Jatim Beri Tips Hadapi Pelecehan di Ruang Publik, Minta Korban Berani Speak Up

Kasus pelecehan seksual di ruang publik Kota Surabaya kembali menjadi perhatian setelah sejumlah perempuan menjadi korban pelecehan

Tayang:
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network/Luhur Pambudi
BERI RESPONS - Ilustrasi, Direktur Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA-PPO) Polda Jatim, Kombes Pol Ganis Setyaningrum. Polisi membagikan empat langkah menghadapi pelecehan seksual, termasuk merekam pelaku dan menghubungi layanan 110.  

Ganis ingin menegaskan, korban kejahatan seksual bakal dijamin memperoleh pendampingan hukum dan pemulihan atas dampak trauma psikis atau luka fisik yang dialaminya. 

Sehingga, ia meminta agar para korban memberanikan diri untuk melapor dan meminta bantuan kepada aparat penegak hukum. Terutama, pihak Kepolisian. 

Ia juga senantiasa berkolaborasi dan berkoordinasi dengan stakeholder terkait yang membidangi pendampingan isu perempuan di tingkat pemerintah kota serta kabupaten. 

Termasuk Pemerintah Provinsi Jatim dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia. 

"Makanya, pada saat melakukan pendampingan psikolog itu tidak hanya yang dilakukan edukasi atau psikolog itu tidak hanya korban, tapi lingkungan keluarga dan lingkungan sekitar untuk bisa menguatkan dia," katanya. 

"Karena kan kita kalau membantu enggak mungkin kita terus-terusan. Karena trauma itu bisa jadi bisa kuat saat ini, tapi bisa jadi dia akan muncul trauma gitu kan pada saat kondisi-kondisi tertentu. Atau saat kembali ke rumah," pungkasnya. 

Sementara itu, aksi pelecehan seksual beragam modus operandi yang dilakukan pria hidung belang terhadap perempuan belakang ini kian marak terjadi di ruang publik Kota Surabaya.

Pada Sabtu (16/5/2026) seorang pria berinisial E (40) dihajar warga karena melecehkan anak perempuan di bawah umur berusia 15 tahun tengah kerumunan pengunjung acara karnaval yang digelar Pemkot Surabaya, di Kecamatan Genteng. 

Pelaku E sempat ditangkap Anggota Polsek Genteng sebelum akhirnya penyidikannya dilimpahkan ke Satres PPA-PPO Polrestabes Surabaya, hingga resmi berstatus tersangka dan ditahan. 

Sebelumnya, Selasa (12/5/2026) malam, dilaporkan seorang pemotor perempuan 'emak-emak' menjadi korban begal payudara oleh pemotor pria misterius saat berhenti di depan pagar rumahnya di kawasan Kecamatan Kenjeran.

Kabarnya, kejadian tersebut sudah dilaporkan ke SPKT Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, dan petugas sedang memburu pelakunya.

Bahkan, masih di bulan yang sama, seorang selebgram perempuan berinisial CA menjadi korban pelecehan seksual oleh pria tak dikenal saat terlibat dalam sebuah acara di Jalan Tunjungan, Kota Surabaya, pada Sabtu (9/5/2026) malam. 

Jika menilik pada awal tahun ini, seorang perempuan asal Malang berinisial AS (24) juga sempat menjadi korban pelecehan seksual di pinggir Jalan Kutai, Darmo, Wonokromo, Surabaya pada Rabu (11/2/2026) malam.

Kasus tersebut sudah diselidiki oleh Anggota Satres PPA-PPO Polrestabes Surabaya, hingga pelakunya berinisial WS (31) berhasil ditangkap usai menyerahkan diri, pada Kamis (12/3/2026).

Jerit tangis korban yang merasa trauma akibat dilecehkan di tempat umum, dirasakan oleh ibu lima anak berinisial BNH (46). 

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved