Pelecehan di Ruang Publik

Ditres PPA-PPO Polda Jatim Beri Tips Hadapi Pelecehan di Ruang Publik, Minta Korban Berani Speak Up

Kasus pelecehan seksual di ruang publik Kota Surabaya kembali menjadi perhatian setelah sejumlah perempuan menjadi korban pelecehan

Tayang:
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network/Luhur Pambudi
BERI RESPONS - Ilustrasi, Direktur Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA-PPO) Polda Jatim, Kombes Pol Ganis Setyaningrum. Polisi membagikan empat langkah menghadapi pelecehan seksual, termasuk merekam pelaku dan menghubungi layanan 110.  

Anaknya yang keempat berusia 15 tahun dan sedang duduk di bangku kelas satu SMK menjadi korban pelecehan seksual di tengah kerumunan penonton Karnaval Surabaya Vaganza 2026 kemarin. 

BNH mengungkapkan, menurut cerita sang anak yang didengarnya langsung, pelaku sebenarnya berusaha melecehkan dua orang. Yakni, sepupu sang anak, dan sang anak itu sendiri. 

Pelaku sempat menyentuh bagian belakang yang sensitif pada tubuh sepupu korban. Namun, perlakuan tersebut tidak berlangsung lama, karena tangan pelaku tergeser karena kondisi berdesakan antara ratusan penonton di sana. 

Tapi, anehnya, tangan pelaku tidak menghentikan aktivitasnya. Malah, makin aktif bergerak berusaha menyentuh tubuh sensitif dari orang lain di sebelahnya, yakni tubuh sang anak. 

Menurut BNH tubuh sang anak, paling lama dilecehkan oleh si pelaku. Bahkan, saat sang anak berusaha menepis tangan pelaku yang terus 'bergerilya' meremas-remas, tapi si pelaku seperti tak ingin menghentikannya

"Pertama kena kesenggol di bagian belakang. Tapi sepupunya seperti nempel, tapi menghindar, akhirnya kena sepupunya. Akhirnya ya anak saya yang dipegang (dilecehkan)," katanya, saat ditemui TribunJatim.com, pada Sabtu (23/5/2026). 

Sang anak semula menyadari bahwa bagian belakang tubuhnya seperti ada yang memegang secara keras dan berulang. 

Namun, lanjut BNH, sang anak mengira bahwa sentuhan itu dikarenakan adik kandung korban berusia lima tahun berusaha bermain di belakang tempat sang anak berdiri. 

Ternyata, perkiraan sang anak meleset, sentuhan aneh tersebut dilakukan oleh pria tak dikenal di tengah kerumunan ratusan penonton tersebut. 

Tak pelak, sang anak langsung berlarian mencari kakak kandung yang berada di area parkir setelah memarkirkan mobil. Lalu, mengadukan peristiwa memilukan tersebut. 

"Anaknya (bagian sensitif) dipegang-pegang, sambil bilang; gak kelihatan (karnavalnya) ya saya bantu. Anaknya lari ke belakang, ke kakaknya; kenapa kok nangis. Anaknya; itu lho saya gak kenal kok megang-megang," jelas ibu lima anak itu. 

Sang anak ditemani kakaknya mendatangi kembali lokasi kerumunan tersangka untuk mencari wajah pelakunya. 

Setelah berhasil ditemukan, ternyata pelaku sempat berkelit bahkan cenderung hendak menantang kakak korban. 

Percekcokan di antara keduanya sempat menarik perhatian para penonton di sana. 

Setelah mendengar duduk perkara bahwa pria tersebut melecehkan korban, alhasil pelaku langsung ditangkap dan diserahkan kepada Polisi. 

"Pas ditunjukkan anaknya. Si orangnya malah melawan sama kakaknya. 'Apa kamu mau apa kamu'. Pelaku membantah. Langsung pelaku dipukuli kakaknya. Terus ketahuan orang lain, tanya-tanya, ternyata pencabulan, akhirnya dipukuli sama orang-orang," ungkapnya. 

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved