TribunJatim/

Magetan Panen Bencana Longsor, Ini Penyebabnya

Tiga pekan terakhir, hujan dengan intensitas lebat mengguyur wilayah Kabupaten Magetan, Jawa Timur, membuat warga di empat kecamatan, Kabupaten Mageta

Magetan Panen Bencana Longsor, Ini Penyebabnya
SURYA/DONI PRASETYO
Rumah Edy Prayitno, di Dusun Kopen, Desa Gonggang, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan tinggal separo setelah terkena longsor dari lereng Gunung Lawu, Selasa (21/2/2017). 

 Laporan Kontributor Surya,Doni Prasetyo

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Tiga pekan terakhir, hujan dengan intensitas lebat mengguyur wilayah Kabupaten Magetan, Jawa Timur, membuat warga di empat kecamatan, Kabupaten Magetan, khususnya yang menempati lereng di kaki Gunung Lawu, was-was terjadi bencana tanah longsor.

Dalam sepekan ini saja, puluhan pedesaan di wilayah empat kecamatan, Kabupaten Magetan, yaitu Kecamatan Plaosan, Poncol, Parang dan Panekan terkena bencana longsor.

Tidak hanya itu, sejumlah jembatan putus diterjang air sungai setempat yang meluap akibat hujan deras.

"Rumah Pak Miskun ini kerobohan lereng gunung itu, malah tidak waktu hujan. Tapi justru hujan sudah reda dan matahari sudah bersinar, Kamis (2/3-2017) sekitar pukul 05.30 lalu," kata Sardi, warga Dusun Duwet, Desa Sombo, Kecamatan Poncol, Kabupatrn Magetan Kepada TribunJatim.com, Kamis (2/3/2017).

Baca: Empat Rumah dan Talut di Pacitan Diterjang Longsor

Untung, katanya lebih lanjut, saat rumah Miskun kena longsor, penghuni rumah sudah berangkat ke sawah, sehingga tidak sampai terjadi korban manusia. Namun, meski tidak terdapat korban jiwa, satu ekor sapi milik Miskun sempat terkubur tembok yang roboh terkena longsoran tebing.

"Sapi yang kena, tapi tidak apa tadi sudah diperiksa mantri hewan dan kini dititipkan ke kandang milik tetangga," jelas Sardi.

Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan Ferry Yoga Saputra membenarkan ada sekitar bencana yang terjadi ditiga wilayah kecamatan, Kecamatan Poncol, Parang dan Panekan.

"Wilayah Poncol, Ploasan, Panekan merupakan wilayah rawan longsor, sementara di wilayah Kecamatan Kartoharjo, merupakan langganan banjir, karena berada ditepi Bengawan Madiun. Kalau hujan dengan intensitas lebat, dipastikan air sungai Bengawan Madiun meluap dan wilayah Kartoharjo.banjir bandang," kata Ferry Yoga Saputra Kepada TribunJatim.com, Kamis (2/3-2017).

Ferry Yoga Saputra menambahkan, selama musim hujan, BPBD bersama TNI/Polri membangun Posko Bencana di wilayah rawan longsor di Kecamatan Poncol dan Plaosan. Posko selain menyiapkan tenaga sukarelawan terampil dan berbagai peralatan dari cangkul sampai ekskavator.

"Kami juga menyiapkan truk tanki, selain untuk mensupply air bersih juga untuk mengairi saluran mampet karena tertutup tanah longsoran. Tim BPBD selalu dibantu dari anggota TNI/Polri setempat, yang paham dengan lokasi setempat," kata Ferry Yoga Saputra.

Sselain melakukan penanganan bencana kata Ferry Yoga Saputra, BPBD juga giat melakukan kegiatan sosialisasi di wilayah empat kecamatan rawan bencana itu. Sosialisasi bencana, tidak hanya melakukan antisipasi, tapi juga penanganan bencana.

"Meski tim dari BPBD terbatas, kami tetap bisa mengatur, antara sosialisasi dan penanganan bencana. Untungnya BPBD ada Koramil dan Polsek, sehingga sosialisasi dan penanganan bencana bisa lebih ceoat. Yang utama, meminimalisir korban jiwa," tandas Ferry Yoga Saputra.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help