Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Ulat Bulu Menyerang Pemukiman Warga Mojokerto, Anak-anak Yatim Panik

Warga Dusun Jubel Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, belakangan ini dibuat resah dengan keberadaan sarang koloni ul

Penulis: Rorry Nurmawati | Editor: Yoni Iskandar
TribunJatim/ Rorry Nurmawati
serangan ribuan ulat bulu di Mojokerto 

 TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Warga Dusun Jubel Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, belakangan ini dibuat resah dengan keberadaan sarang koloni ulat bulu yang berada di lingkungan pemukimannya.

Paling parah, wabah ulat bulu ini menyerang Villa Durian Doa Yatim Sejahtera yang notabennya dihuni oleh anak-anak yatim piatu.

Tempat berkumpulnya anak-anak yatim piatu, anak yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga, hingga anak-anak yang ditelantarkan oleh orangtuanya, saat ini mulai resah dengan adanya wabah ulat bulu.

Pasalnya, ulat berukuran kecil namun membuat gatal ini kerap datang meskipun telah dibersihkan.

Ulat bulu ini diduga berasal dari pohon Pinus yang mengelilingi bangunan. Ulat yang menyebabkan gatal dan panas ini, menempel hampir diseluruh bangunan, mulai dari jendela, tiang, dinding halaman rumah, hingga jemuran.

Parahnya, tidak hanya ulat yang menggeliat tapi juga telur-telur ulat mulai terlihat di sudut ruangan.

Baca: Lagi Asyik Selfie di Sungai, 9 Wisatawan Tiba-tiba Terjebak Banjir di Pacet, Akhirnya . . .

Puspita Sari Seftianisa seorang penghuni asrama putri Villa Durian Doa Yatim Sejahtera mengatakan, sejak satu minggu terakhir ulat bulu mulai menyerang.

Biasanya ulat yang kerap menggerombol ini, datang pada pagi dan malam hari. Namun tidak jarang ketika angin kencang pada siang hari, ulat pun terlihat merambat di dinding-dinding.

"Ulat-ulat ini asalnya dari pohon Pinus, biasanya kalau anginnya kencang sampai tambah banyak yang masuk ke rumah. Padahal jendela sudah ditutup, tapi masih bisa masuk," kata Puspita Sari Seftianisa kepada TribunJatim.com, Kamis (23/3/2017).

Selama ini, ulat-ulat yang masuk ke dalam rumah dan halaman hanya dibersihkan secara manual. Namun lagi-lagi, ulat tersebut kembali datang setiap harinya.

"Cuma dibersihkan pakai sapu, ditutup pakai kertas jendelanya. Terkadang kalau siang sewaktu tidur, ulat nempel ke badan karena terbawa angin," imbuh Puspita Sari Seftianisa.

Ulat bulu yang terbilang cukup banyak ini, selalu datang setiap harinya meskipun sudah dibersihkan. Bahkan anak-anak yang biasanya tidur di asrama putri, kini harus berpindah ke aula untuk menghindari ulat bulu yang selalu masuk ke dalam ruangan.

Tidak jarang, saat tidur anak-anak selalu gatal-gatal karena dikerubuti ulat.

"Biasanya kalau anak-anak sudah gatal karena ulat, kami hanya bisa kasih minta kayu putih saja. Paling parah itu, ulat selalu hinggap di baju yang di jemur," kata Pemilik Villa Durian Doa Yatim Sejahtera Mochammad Mukhidin.

Saat ini, pria yang akrab disapa Mukhidin ini hanya bisa pasrah dengan adanya wabah ulat bulu yang mulai menggeliat. Sebab tidak banyak tindakan yang bisa dilakukannya untuk mencegah ulat bulu yang terus berdatangan.

"Bagaimana lagi, sudah dibersihkan tapi datang terus. Kasihan juga sama anak-anak, yang gatal-gatal," tandasnya. (Surya/Rorry Nurmawati)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved