Dana Hibah Peternak Sapi Diduga Dipotong Anggota DPRD, Begini Komentarnya

Bantuan dana hibah yang diberikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, Jawa Timur lewat Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) setempat kepada K

Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Yoni Iskandar
TribunJatim/Doni Prasetyo
Darwanto, Ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas) Kelurahan Mangkujayan, Kecamatan/Kabupaten Magetan, mengurus sapi kelompoknya, bantuan dana hibah, yang mestinya diberikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan sebesar Rp 150 juta.Tapi, hanya menerima Rp 100 juta, setelah disunat (potong) anggota DPRD setempat sebesar Rp 50 juta. 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Bantuan dana hibah yang diberikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, Jawa Timur lewat Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) setempat kepada Kelompok Masyarakat (Pokmas) di Kabupaten Magetan "disunat" (potong) anggota DPRD setempat.

Kasus ini terungkap setelah sejumlah anggota Pokmas penerima bernyanyi.

"Ini mestinya di musyawarahkan dulu, anggota Pokmas saya tidak bisa main buka seperti ini. Tapi sudah terlanjur, kalau memang dibuka ya ayo. Memang yang dikatakan anggota soal pemotongan itu benar, karena saat diminta anggota DPRD itu semua anggota kami beritahu," kata Darwanto, Ketua Pokmas Tilang, Kelurahan Mangkujayan, Kecamatan/Kabupaten Magetan kepada TribunJatim.com, Kamis (20/4/2017).

Menurut Darwanto, kelompoknya yang beranggotakan delapan orang itu tahun 2016 lalu menerima bantuan dana hibah sebesar Rp 150 juta. Dana hibah itu diberikan lewat transfer langsung ke rekening Pokmas Desember 2016 lalu.

"Dana itu ditransfer pas hari libur, dan waktu itu karena Senin (12/12-2016) tanggal merah Maulid Nabi Muhammad libur nasional tidak bisa ambil uang, baru hari Selasa (13/12/2016) kita ambil, baru saja kita ambil uang, Pak Tik (anggota DPRD Partai Golkar) datang minta uang Rp 50 juta," jelas Darwanto.

Baca: Korupsi Pasar Besar Madiun, KPK : Terdakwa Untungkan Diri Sendiri, Puluhan Miliar Diraup

Pemotongan itu, lanjut Darwanto, diberitahukan kepada seluruh anggota kelompok, untuk menghindari kecurigaan diantara anggota dan pengurus. Bahkan saat memberikan uang yang diminta anggota DPRD itu, ada beberapa anggota yang jadi saksi.

"Anggota kelompok kan tahunya terima transfer Rp 150 juta. Makanya ketika diminta Pak DPRD Rp 50 juta, semua anggota kami beritahu. Malah ada beberapa anggota yang menyaksikan penyerahan potongan dana hibah itu," kata Ketua Pokmas Tilang yang juga peternak bebek ini.

Setelah bantuan dana hibah disunat anggota DPRD, uang yang tinggal Rp 100 juta itu tidak cukup untuk beli delapan sapi, akhirmya mereka sepakat patungan sampai terkumpul Rp 6,5 juta.

"Kita akhirnya hanya beli tujuh sapi, satu anggota Pak Kakak mundur, meski mundur tapi tetap sepakat diberikan haknya. Setelah dipotong hak Pak Kakak, uang itu masih kurang untuk beli sapi yang harganya masing masing tidak sama, ada yang Rp 20 juta, milik ketua ada yang Rp 12,5 juta," kata Komar, sebut saja begitu, karena menolak disebut identitasnya.

Tapi, kata Komar, sebenarnya anggota pingin memelihara sapi itu masing masing, tidak ditempatkan di kandang Ketua Pokmas, dan anggota setiap akhir bulan diminta membayar biaya pakan, yang dirasakan anggota sangat berat.

"Kita pingin memelihara sapi itu sendiri, tapi kok malah Ketua mau mengganti sapi jatah kita dengan uang masing masing Rp 12,5 juta. Padahal sapi itu dibeli harganya tidak sama bervariasi. Apa ini tidak akal akalan," katanya.

Sutikno anggota DPRD Kabupaten Magetan yang dituding memotong bantuan dana hibah ketika dikonfirmasi menolak, karena dana itu diberikan langsung lewat tranfer ke rekening Pokmas bersangkutan.

"Dana hibah itu dikirim langsung transfer ke rekening Pokmas. Lihat saja bukti transfer tetap Rp 150 juta. Mosok saya bisa memotong," kata Sutikno.

Sementara Pokmas lain yang kabarnya hanya terima 50 persen dari dana yang seharusnya diterima, keburu didatangi petugas dari Disnakkan.

Sehingga waktu TribunJatim.com menemuinya di Dusun Banaran, Desa Selotinatah, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Pokmas itu bersikukuh tidak ada potongan. Bahkan, sebelum perkenalan Ketua Pokmas sudah tahu identitas wartawan, yang diduga diberitahu petugas dari Disnakkan. (Surya/Doni Prasetyo).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved