9800 Sekolah Diklaim Terapkan PPK, Begini Sebenarnya Cara Kerja Program Pendidikan Ini
Kementerian pendidikan dan kebudayaan menjelaskan, PPK merupakan implementasi 8 jam belajar dalam sehari, selama lima hari di sekolah. PPK ini ...
TRIBUNJATIM.COM, JAKARTA - Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) telah dilaksanakan di beberapa Sekolah.
Kementerian pendidikan dan kebudayaan menjelaskan, PPK merupakan implementasi 8 jam belajar dalam sehari, selama lima hari di sekolah.
PPK ini akan diterapkan di sekolah-sekolah dari tingkat sekolah dasar sampai sekolah menengah atas.
Lantas seperti apa penerapan dan bentuknya?
Staf Ahli Menteri Urusan Bidang Pengembangan Karakter Arie Budiman mengatakan, esensi PPK ini akan berdasarkan pada aktualisasi nilai-nilai dalam Pancasila.
Sebenarnya, dalam kurikulum 2013, Arie mengatakan salah satu fondasi tujuannya yakni pembentukan karakter sehingga PPK ini jangan dianggap hal baru.
Dalam pelaksanaan PPK, lanjut Arie, akan diserahkan kepada guru di sekolah, dan disesuaikan dengan kearifan lokal tempat sekolah berada.
"Di dalam praktek setiap sekolah diberikan kebebasan kreativitas sesuai dengan kondisi dan budaya sekolah tersebut dan juga kemampuan atau sumber daya sekolah tersebut," kata Arie, di acara membahas kebijakan lima hari sekolah, di kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta pada Rabu (14/6/2017).
Baca: Siswa Miskin yang Tidak Tertampung di Sekolah Negeri Tak Perlu Takut Masuk Sekolah Swasta
Dengan adanya PPK, siswa tidak hanya mengejar nilai akademis semata, Tetapi juga yang berkaitan dengan olah hati, olah pikir, olah rasa dan olah raga.
"Keseimbangan dari empat aspek ini menjadi prioritas dalam penguatan pendidikan karakter," ujar Arie.
Karenanya, PPK akan diintegrasikan dengan pelaksanaan kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler di sekolah.
Kegiatan intrakurikuler merupakan mata pelajaran umum yang biasa diterima siswa.
Kegiatan kokurikuler meliputi kegiatan pengayaan mata pelajaran, kegiatan ilmiah, pembimbingan seni dan budaya, atau bentuk kegiatan lain untuk penguatan karakter siswa.
Sedangkan kegiatan ekstrakurikuler misalnya kegiatan karya ilmiah, latihan olah bakat atau minat, dan keagamaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/menteri-pendidikan-dan-kebudayaan-mendikbud-prof-muhadjir-effendy_20170228_202712.jpg)