TribunJatim/

Keluarga Tak Ada yang Mau Urus, Pria yang Tewas di Becak Dimakamkan Menggunakan Iuran Warga

Usai dinyatakan meninggal, warga dan Polsek Tambaksari bersama-sama membantu persiapan pemakaman, mulai dari memandikan jenazah, sholat, hingga...

Keluarga Tak Ada yang Mau Urus, Pria yang Tewas di Becak Dimakamkan Menggunakan Iuran Warga
TRIBUNJATIM.COM/NUR IKA ANISA
Seorang tukang becak bernama Muhammad Agus Hariono, ditemukan tewas di becaknya pada Kamis (13/7/2017), Tak ada anggota keluarga yang mau mengurus jenasahnya 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Seorang tukang becak ditemukan tewas di atas becaknya di kawasan Jalan Rangkah, Tambaksari Surabaya pada Kamis (13/7/2017).

Namun yang menyedihkan, dikabarkan tidak ada anggota keluarga yang mau mengurus jenasahnya.

"Sempat dibawa ke rumah keluarganya, di dekat sini tapi keluarganya bilang sudah ndak mau ngurusi," ujar Ketua RT 03, Supriadi (47) kepada TribunJatim.com saat ditemui di rumahnya.

Sebagai ketua RT dirinya sudah mengupayakan memberikan penjelasan kepada keluarga namun sayang, keluarga tetap menolak dan justru menutup pintu dan sempat tak berada di rumah.

Baca: Kasihan, Pria ini Meninggal di Atas Becak, Keluarga Tak Ada yang Mau Urus Jenasahnya

"Saya ga berani maksa. Warga juga sempat heran kok ga mau ngurus. Daripada maksa nanti ga terima, kita justru yang kena. Jadi ya bersama-sama dengan warga kita urus pemakamannya," ujar Supriyadi.

Tak ingin berlama-lama dan keburu malam, jenazah yang sempat dibawa ke rumah sakit kemudian dinyatakan meninggal ini pun dimakamkan.

"Warga sempat bawa ke rumah sakit juga laporan ke Polsek takutnya kan apa pembunuhan apa gimana. Tapi pas di rumah sakit dinyatakan meninggal," ujarnya.

Usai dinyatakan meninggal, warga dan Polsek Tambaksari bersama-sama membantu persiapan pemakaman, mulai dari memandikan jenazah, sholat, hingga persiapan pemakaman di Balai RW III.

Tak hanya itu, simpati warga juga terlihat saat mereka sepakat berswasembada, iuran untuk pemakaman jenazah Agus yang ditolak keluarganya.

"Saya ga tau jumlahnya tapi alhamdulillah sisa 630.000 setelah bayar mudhin, tukang gali tanah, lampu dan rumah sakit. Sisanya kami buat untuk kirim doa tahlilan yang juga diurus warga," jelas Supriyadi pada Senin (17/7/2017)

Baca: Kawal Hari Pertama Siswa Masuk Sekolah, Wali Kota Kediri Tak Mau Ada Lebay

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help