TribunJatim/

Air Bersih Mulai Langka di Mojokerto, 110 Tangki Air Bersih Didistribusikan ke Warga

Kekeringan yang melanda di sejumlah daerah di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, mulai menyedot perhatian beberapa kalangan.

Air Bersih Mulai Langka di Mojokerto, 110 Tangki Air Bersih Didistribusikan ke Warga
surya/ Rorry Nurmawati
Ketua PMI Kabupaten Mojokerto Pungkasiadi saat memberangkatkan 110 armada tangki air bersih untuk membantu warga yang mengalami kekeringan saat musim kemarau. 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Kekeringan yang melanda di sejumlah daerah di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, mulai menyedot perhatian beberapa kalangan.

Kali ini, Ketua PMI Kabupaten Mojokerto Pungkasiadi memberikan bantuan air bersih sebanyak 110 armada, di halaman SMA 1 Sooko, Rabu (6/9/2017).

Pendistribusian air bersih itu, tidak lain berasal dari SMAN 1 Sooko sebanyak 40 tangki, SMAN 1 Mojosari berjumlah 50 tangki, dan SMAN 1 Dlanggu sebanyak 20 tangki.

Selain dari sekolah, pemberian air bersih juga datang dari kalangan komunitas. Seperti komunitas sepeda jajaran Forkopimda yakni Lodeh Cycling Club (LCC) sebanyak 15 tangki.

"Pendistribusian air bersih itu akan dikirim ke Desa Kunjorowesi di Kecamatan Ngoro, Desa Kutogirang di Kecamatan Kutorejo," kata Ketua Panitia Ahmad Jazuli.

Sedangkan daerah utara sungai seperti di Desa Madureso, Kecamatan Dawarblandong, pendistribusian dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto.

"Ini adalah yang pertama dilakukan, untuk selanjutnya diupayakan SMA dan SMK lainnya ikut bergabung," tambahnya.

Ketua PMI Kabupaten Mojokerto yang tidak lain adalah Wakil Bupati Pungkasiadi mengatakan, kekeringan memang tengah melanda di beberapa wilayah termasuk di Kabupaten Mojokerto juga.

Untuk itu diminta kerjasama semua pihak, untuk turut serta memperhatikan dan mendeteksi sejak dini bencana alam agar siap menanggulangi.

"Kekeringan memang tengah melanda dimana-mana, termasuk beberapa titik di Kabupaten Mojokerto. Selain kekeringan yang dapat memicu kelangkaan air, kita harus bisa mendeteksi dan antisipasi dini bencana alam lain yang mungkin terjadi agar siap menanggulanginya. Saya imbau tim BPBD Kabupaten Mojokerto, agar mengatur jadwal penyaluran bantuan ke daerah yang terdampak,” jelasnya.

Pungkasiadi tak lupa mengucapkan terimakasih untuk keikutsertaan siswa, yang Ia sebut sebagai bagian dari kegiatan pendidikan karakter. Sebab secara tidak langsung, bentuk kepedulian dari para pelajar ini menjadi pembelajaran yang tercermin dalam nilai sosial.

"Pemerintah Kabupaten Mojokerto mengucapkan terimakasih kepada siswa dan juga masyarakat, yang ikut serta membantu saudara-saudara kita yang terdampak kekeringan. Ini termasuk dalam pendidikan karakter yang harus diapresiasi," tandasnya. (Surya/Rorry Nurmawati)

Penulis: Rorry Nurmawati
Editor: YONY iSKANDAR
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help