TribunJatim/

Komunitas Driver Online Akan Menggugat Revisi Permen 26 tahun 2017, Kenapa?

Komunitas Draiver Online Surabaya berencana akan menggugat Revisi Permen 26 tahun 2017.

Komunitas Driver Online Akan Menggugat Revisi Permen 26 tahun 2017, Kenapa?
TRIBUNJATIM.COM/MANIK PRIYO PRABOWO
Para pengemudi driver online mengumpulkan donasi untuk menggugat Revisi Permen 26 tahun 2017 di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Minggu (22/10/2017) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Manik Priyo Prabowo

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Komunitas Draiver Online Surabaya berencana akan menggugat Revisi Permen 26 tahun 2017.

M Sholeh, Kuasa Hukum Komunitas Driver Online (KDO) Surabaya menjelaskan, gugatan tersebut dikarenakan revisi permen tak memberikan jaminan keselamatan buat driver ojek dan taksi online.

"Malahan adanya stiker bisa membahayakan dirver ojek dan taksi online terutama ditengah kondisi kekisruhan antara taksi konvensional dan taksi online saat ini," ujar M Sholeh di Maspion Square, Surabaya, Jatim, Minggu (22/10/2017).

Selain siteker lanjut Sholeh, adanya uji kir dan tarif batas atas maupun bawah juga membuat rugi masyarakat karena tak bisa menikmati trasportasi yang murah.

"Seharusnya taksi konvensional itu ditinjau ulang kenapa kok harganya mahal?," tandasnya.

"Karena 1 November 2017 nanti diberlakukan permen 26 tahun 2017. Tepat hari itu juga kami akan gugat di Pengadilan Negeri Surabaya," tandas Sholeh.

Karena membutuhkan bea untuk pendaftaran gugatan ke Pengadilan Negeri Surabaya para driver ojek dan taksi online ini mengumpulkan uang bersama-sama.

"Uang donasi dapat Rp 527 ribu dan totalnya butuh Rp 2 juta untuk bea menggugat ke pengadilan," pungkas Sholeh.

Penulis: Manik Priyo Prabowo
Editor: Edwin Fajerial
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help