TribunJatim/

Banyuwangi Prioritaskan Guru di CPNS 2018

Daerah-daerah pun diminta untuk mengirimkan susunan kebutuhan Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Kementerian Pendayagunaan Aparatur

Banyuwangi Prioritaskan Guru di CPNS 2018
Tribun Timur
Ilustrasi Tes CPNS 

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) akan kembali dibuka tahun ini.

Daerah-daerah pun diminta untuk mengirimkan susunan kebutuhan Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Banyuwangi, hingga kini masih menggodok kebutuhan formasi PNS 2018.

"Masih ada waktu selama satu minggu sebelum penyerahan susunan PNS ke Kemanpan RB. Kami masih kaji kebutuhan PNS," kata Sih Wahyudi, Kepala BKD Banyuwangi, Kamis (25/1).
Sih mengatakan, pengkajian pengusulan formasi CPNS berkaitan dengan kebutuhan dan anggaran Pemkab Banyuwangi.

"Kami masih koordinasi dengan BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) dan Bapenda (Badan Penerimaan Daerah), karena ini berkaitan dengan anggaran daerah," kata Sih.

Namun menurut Sih, untuk kebutuhan PNS pada 2018, idealnya sebanyak 3.377 PNS. Ini menyesuaikan data PNS yang pensiun, meninggal dunia, dan mengundurkan diri.

"Itu idealnya, tapi kami harus menyesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah. Kami masih kaji berapa jumlah formasi yang kami butuhkan," kata Sih.

Sih mengatakan pihaknya intens menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat dalam hal ini Kemenpan RB, tentang penetapan kebutuhan formasi.

Baca: Viral Video Pelecehan Seks Pasien, Pihak National Hospital Surabaya Akan Berikan Pernyataan

Meski demikian ada kebutuhan PNS yang diprioritaskan di Banyuwangi terutama guru. Selain itu juga perawat dan tenaga pendukung pembangunan infrastruktur.

Namun untuk penerimaan CPNS, Banyuwangi biasanya memiliki persyaratan khusus terutama Strata Satu (S1).

Setiap pelamar berpendidikan S1 diharuskan memiliki indeks prestasi komulatif (IPK) 3,00-3,50.

Baca: Bantah Syuting di Pendopo Sidoarjo, Ketua Tim Pemenangan Gus Ipul-Puti Jelaskan Kronologinya

Syarat IPK itu berdasarkan akreditasi yang dimiliki perguruan tinggi. Pelamar dari kampus berakreditasi A harus memiliki IPK minimal 3,00. Kampus berakreditasi B harus ber-IPK minimal 3,25. Sedangkan kampus dengan akreditasi C harus ber-IPK minimal 3,50.

"Saat ini kami masih kaji kebutuhan formasi, sesuai usulan-usulan dinas dan menghitung anggarannya. Baru setelah itu kami putuskan persyaratannya," tambah Sih. (Surya/Haorrahman)

Penulis: Haorrahman
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help