Status Darurat, Harga Gabah di Magetan Jauh Dibawah HPP

Harga gabah ditingkat petani di Kabupaten Magetan anjlok mencapai Rp 3600/kilogram dengan kualitas Gabah Kering Sawah (GKS).

Status Darurat, Harga Gabah di Magetan Jauh Dibawah HPP
Tribun Medan
Ilustrasi Gabah 

 TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Harga gabah ditingkat petani di Kabupaten Magetan anjlok mencapai Rp 3600/kilogram dengan kualitas Gabah Kering Sawah (GKS).

Kondisi ini berada pada status darurat. Karena petani sangat dirugikan.

"Kalau harga beras dibawah Harga Pokok Penjualan (HPP) standar pemerintah, itu sudah status darurat. Pemerintah harus turun untuk menstabilkan harga gabah itu," kata Ketua DPP HKTI Ahmad Nawardi seusai Panen Raya, ditanah persawahan seluas 66 hektar di Desa/Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, kepada Surya, Kamis (1/3/2018).

Saat ini, lanjut Ahmad Nawardi, standar pemerintah HPP gabah dengan kualitas GKS sebesar Rp 4200/kilogram dengan kadar Gabah Kering Sawah (GKS).

Baca: Panitia Pelaksana Piala Gubernur Kaltim 2018 Majukan Jadwal Derbi Jatim Persebaya Vs Arema FC

"Kalau sampai harga ditingkat petani dibawah HPP, itu masuk status darurat. Petani harus dibantu, kalau tidak, nasib petani kian memprihantikan," kata Ahmad Nawardi.

Dikatakan Ketua DPP ini, pemerintah harus segera turun untuk menolong dan mendampingi petani di Kabupaten ini. Kalau pemerintah tidak segera turun, nasib petani kian mengenaskan.

"Dinas Pertanian Magetan, Provinsi, Bulog dan Menteri Pertanian harus segera turun mendampingi petani, agar harga gabah bisa sesuai standar, atau paling tidak sesuai HPP sebesar Rp 4200/kilogram dengan kadar GKS,"katanya.

Harga gabah di desa desa di Kabupaten Magetan cenderung anjlok, seiring masa panen raya hingga mencapai Rp 3500 - Rp 3600/kilogram dengan kualitas GKS.

"Sebelum masa panen kurang dua pekan, harga gabah masih laku Rp 4000/kilogram GKS. Tapi menjelang panen raya, harga gabah sudah anjlok duluan. Gabah saya yang barusan panen dihargai Rp 3600/kilogram GKS," kata Joko Prayitno, petani warga Dusun Jetis, Desa/Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, kepada TRIBUNJATIM.COM, Kamis (1/3/2018).

Baca: 7 Tren Kecantikan yang Wajib Kamu Coba di 2018, dari Model Rambut sampai Eyeliner Unik Bawah Mata!

Anjloknya harga gabah ditingkat petani ini kontrakdiksi dengan harga beras di pasaran yang mencapai Rp 11.000/kilogram untuk beras medium. Sedang premium sekitar Rp 12.000/kilogram.

"Jauh harga gabah dan beras, jomplang ini. Beras medium saja di desa bisa Rp 10.000/kilogram. Kalau premium lebih dari itu. Hanya soal proses saja terpautnya harga beras. Saya petani, mewakili petani, minta pemerintah segera memperbaiki harga gabah dipasaran, agar nasib petani bisa sejahtera,"harap Joko Prayitno.(Doni Prasetyo).

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved