TribunJatim/

Inilah Reaksi PT KAI Daop 7 Madiun Saat Warga Kediri Buka Paksa Portal Perlintasan KA

perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Dusun Karangmulyo yang menghubungkan Dusun Krajan, Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri

Inilah Reaksi PT KAI Daop 7 Madiun Saat Warga Kediri Buka Paksa Portal Perlintasan KA
Surya/Mohammad Romadoni
Kondisi portal perlintasan kereta api dibuka warga di Dusun Krajan Desa Branggahan Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri. 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Warga bersama pemuda desa beramai-ramai membuka secara paksa portal penutup perlintasan kereta api tanpa palang pintu di jalan Dusun Karangmulyo yang menghubungkan Dusun Krajan, Desa Branggahan, Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri.

Sebelumnya, akses jalan tanpa palang pintu itu ditutup oleh PT Kerata Api (KAI) Daop 7 Madiun lantaran keberadaan jalan yang melewati rel kereta api itu tanpa izin alias ilegal.

Suratman warga Dusun Krajan mengatakan para pemuda desa setempat sepakat untuk membuka akses jalan desa yang telah ditutup palang besi itu. Mereka berkumpul bersama-sama membuka dua portal besi yang berada ditengah jalan.

"Portal tiang besi dari kedua arah itu digeser sama pemuda desa agar dapat dilewati," ujarnya kepada Tribunjatim.com, Jumat (16/3/2018).

Baca: Belum Diresmikan, Sejumlah Fasilitas di Sport Center di Kota Blitar Sudah Rusak

Menurut dia, pihaknya terpaksa membuka portal tertutup itu lantaran merasa kasihan terhadap anak-anak sekolah yang berada di desanya harus memutar jauh.

Memang, jalan itu merupakan akses tercepat menuju ke tempat ibadah, lahan pertanian, pasar dan makam desa.

"Warga tidak tega lihat anak sekolah mengangkat sepedanya menyeberangi rel kereta api. Karena itulah, mereka membuka portal ini," ungkapnya.

Kabul (60) Ketua RT2/RW4 Dusun Krajan menjelaskan pembukaan portal yang ditutup oleh PT KAI Daop 7 Madiun itu merupakan murni aksi spontan masyarakat setempat.

Pihaknya, tidak dapat berbuat banyak ketika warga kompak ingin membuka jalan desanya.

Halaman
12
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help