Perempuan yang Tertutup Tikar di Sidotopo Surabaya Ternyata Kabur dari Pondok Pesantren
Kanit Reskrim Polsek Semampir, AKP Junaidi menegaskan korban pemerkosaan berinisial NH (16) tengah ditangani.
Penulis: Pradhitya Fauzi | Editor: Edwin Fajerial
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pradhitya Fauzi
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kanit Reskrim Polsek Semampir, AKP Junaidi menegaskan korban pemerkosaan berinisial NH (16) tengah ditangani.
Kepada TribunJatim.com, Junaidi menuturkan pasca kejadian pada Rabu (11/4/2018) petang, korban langsung dievakuasi menggunakan ambulance Dinsos Kota Surabaya.
Awalnya, NH ditemukan warga sekitar dan mengira NH sudah menjadi mayat.
Junaidi mengungkapkan, NH bersama beberapa rekan lelakinya pesta miras pada Selasa (10/4/2018) malam.
( Usai Penemuan Gadis yang Tergulung Tikar di Sidotopo Surabaya, Polisi Temukan Bekas Luka pada Korban )
"Malamnya korban pesta miras sampai pagi, minum bareng teman-temannyanya di dekat Tugu Pahlawan," tegas Junaidi saat ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya, Jumat (13/4/2018).
Junaidi menegaskan NH diketahui bekerja sebagai penjaga warung giras.
Sebelumnya, NH dipondokkan di sebuah pondok pesantren di wilayah Bangkalan, Madura.
Lantaran tak betah, NH melarikan diri dan menuju kota pahlawan.
( Polsek Semampir Kantongi Identitas Pelaku Pemerkosa Penjaga Giras di Sidotopo Surabaya )
Sesampainya di Surabaya, ia bekerja sebagai penjaga warung giras seperti yang dikatakan Junaidi.
"Korban ini bekerja menjaga warung giras, itu setelah keluar pondokan, alasannya tidak kerasan, ingin bekerja," sambung Junaidi.
Dari pengakuan NH saat dimintai keterangan, ia terpaksa menuruti keinginan keluarganya untuk menetap di pondok pesantren.
Sebab, orang tuanya sering berlaku kasar kepada NH akibat kesal dengan korban lantaran sering pesta miras dan bergaul dengan teman sebayanya yang nakal.