Hari Ini Pertama Kali Ahmad Dhani Hadapi Hakim Sidang Ujaran Kebecian Sebagai Terdakwa

Dhani berkicau melalui akun Twitter @AHMADDHANIPRAST yang nadanya dianggap menghasut dan penuh kebencian terhadap pendukung Ahok.

Hari Ini Pertama Kali Ahmad Dhani Hadapi Hakim Sidang Ujaran Kebecian Sebagai Terdakwa
ANTARA
Musisi Ahmad Dhani (kanan) berada di dalam kendaraan seusai meninggalkan seusai menjalani pemeriksaan pada pelimpahan tahap dua (P21) kasus ujaran kebencian yang menjeratnya di gedung Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (12/3/2018). Kuasa hukum Ahmad Dhani menyatakan kliennya tidak ditahan karena dinilai kooperatif selama pemeriksaan dan menyatakan siap mengikuti agenda persidangan.(ANTARA FOTO/INDRIANTO EKO SUWARSO) 

TRIBUNJATIM.COM - Musisi nyentrik Ahmad Dhani hari ini, Senin (16/4/2018) akan menghadapi sidang kasus ujaran kebencian sebagai terdakwa.

Hari ini Dhani akan menduduki  kursi pesakitan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

Pentolan band Dewa 19 itu diduga melanggar Pasal 45A Ayat 2 juncto Pasal 28 Ayat 2 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 55 Ayat 1 KUHP.

Ancaman hukuman yang menanti suami penyanyi Mulan Jameela itu adalah enam tahun penjara.

Baca: Niatnya Klarifikasi Video Ely Sugigi-Ifan Sbaztian di Kamar Hotel, Fakta Mengejutkan Malah Terkuak

Baca: Gadis Cantik Jadi Korban Tentara Gadungan, Akun ini Peringatkan Wanita ‘Jangan hanya Lihat Seragam’

Baca: Asyik, Ada Mudik Gratis Naik Kerata Api untuk 7 Kota Tujuan

Kasus ini bermula saat Dhani berkicau melalui akun Twitter @AHMADDHANIPRAST yang nadanya dianggap menghasut dan penuh kebencian terhadap pendukung Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Atas kicauannya, Dhani dilaporkan oleh Jack Lapian, yang merupakan pendiri BTP Networks atas tuduhan ujaran kebencian.

Dhani dianggap telah menuliskan pernyataan bersifat sarkastis pada akun Twitter-nya, @AHMADDHANIPRAST, dalam rentang waktu Februari hingga Maret 2017.

Halaman
123
Editor: Adi Sasono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help